Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Dari Aceh ke Jeddah, 93 Jemaah Haji Abdya Dilepas dengan Adat Peusijuek

Tepung tawar dan doa menyertai 93 jemaah haji Abdya. Dari ujung barat Aceh, mereka bersiap terbang ke tanah suci

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan prosesi adat peusijuek terhadap 93 calon jamaah haji (CJH) tahun 2026 asal daerah setempat di Masjid Agung Baitul Ghafur, Senin (11/5/2026). Prosesi ini dihadiri Bupati Safaruddin, unsur Forkopimda, dan tokoh agama.

Tepung tawar dan doa menyertai 93 jemaah haji Abdya. Dari ujung barat Aceh, mereka bersiap terbang ke tanah suci. Foto: Ist

BLANG PIDIE - Berdasarkan data dari Dinas Syariat Islam Abdya, CJH terdiri dari 29 laki-laki dan 64 perempuan. Mereka tersebar di delapan kecamatan, dengan jamaah tertua Ramli Ganto (88) asal Kuala Batee dan termuda Dhabith Ramadhani Al Ghifari (18) dari Susoh.

Kepala Dinas Syariat Islam Abdya, Muhammad Rasyid, melaporkan bahwa 93 CJH akan dilepas secara resmi pada 16 Mei 2026 pukul 08.00 WIB di masjid yang sama. Mereka berangkat dengan 10 unit mobil Haice, sementara barang diangkut mobil Dinas Sosial.

"Untuk CJH tertua, yaitu Bapak Ramli Ganto (88) dari Kecamatan Kuala Batee. Selain itu ada lansia sebanyak tiga orang, yaitu Syarifah (85) dan Nurmala IB (80) dari Kuala Batee, serta Asni (85) dari Kecamatan Blangpidie," kata Rasyid dalam laporannya.

Rombongan dijadwalkan singgah di Masjid Agung Meulaboh dan Masjid Agung Aceh Jaya sebelum menuju Banda Aceh. Mereka menginap di Hotel Kuala Raja dan kembali menjalani peusijuek dari pengurus Ikamabdya di ibu kota provinsi.

Pada 17 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, CJH masuk asrama haji untuk cek kesehatan dan bimbingan. Selanjutnya pukul 00.00 WIB dini hari bergerak ke Bandara SIM, lalu terbang pukul 01.00 WIB ke Tanah Suci.

"Diperkirakan mendarat pada 19 Mei 2026 di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi," pungkas Rasyid.