Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Kurangi Ketergantungan Teknisi Medan, Panglima Laot Abdya Cetak Montir Lokal

Tekan angka pengangguran pemuda pesisir, Panglima Laot Abdya siapkan pelatihan mekanik gratis guna atasi krisis tenaga ahli mesin dan bubut.

Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang mekanik dan operator mesin bubut membuat masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih sangat bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah, khususnya dari Medan

Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma

SUSOH — Merespons persoalan tersebut, Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma, berinisiatif mencetak tenaga teknisi lokal melalui program pelatihan teknik las, mesin, dan manufaktur bubut secara gratis.

Program strategis ini difokuskan bagi anak-anak nelayan di kawasan pesisir, dengan target utama para pemuda yang terpaksa putus sekolah. "Untuk pekerjaan tertentu, kita masih mendatangkan tenaga dari Medan," ungkap Indra Kusuma di kawasan Pasie Pulau Kayu, Susoh, Sabtu (16/5).

Indra memaparkan bahwa kebutuhan mekanik di Abdya sejatinya terus mengalami peningkatan yang signifikan; mulai dari perbaikan mesin kapal nelayan, kendaraan bermotor, hingga alat produksi penunjang usaha masyarakat. Namun, ketiadaan ahli dari warga setempat kerap merugikan masyarakat karena membuat biaya perbaikan membengkak dan durasi pengerjaan menjadi jauh lebih lama.

Guna memutus rantai ketergantungan tersebut, Indra merancang program pelatihan teknis yang akan berjalan intensif selama satu tahun penuh. Mengesampingkan metode teori di ruang kelas yang kaku, pelatihan ini akan didominasi oleh praktik langsung di bengkel dengan mengadopsi cara belajar modern. "Anak-anak langsung praktik. Mereka melihat tutorial melalui YouTube menggunakan infokus, setelah itu langsung mencoba di lapangan," paparnya.

Pria yang malang melintang di dunia permesinan sejak tahun 1985 dan akrab disapa Achek Muntir ini menegaskan komitmennya untuk turun tangan secara langsung sebagai instruktur utama tanpa memungut bayaran. Pengalamannya yang pernah menjabat sebagai supervisor mekanik garansi di perusahaan mesin kapal Indoyuchai wilayah Aceh menjadi modal berharga untuk mendidik generasi baru.

Ia meyakini banyak anak nelayan pesisir yang memiliki potensi besar menjadi montir andal asalkan diberikan ruang, bimbingan, dan akses keterampilan yang tepat. Untuk merealisasikan langkah nyata ini, Indra menaruh harapan besar pada sinergi dukungan dari pemerintah daerah maupun para donatur, terutama dalam hal pengadaan peralatan bengkel.

"Kalau mereka serius, saya yakin bisa menjadi montir yang andal. Abdya tidak boleh terus bergantung pada tenaga luar. Kalau rajin dan disiplin, mereka bisa punya masa depan dari keterampilan ini," pungkas Indra.