Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Pelepasan Calon Haji Susoh, Ini Jemaah Termuda dan Tertua

Warga dan tokoh adat mendoakan 17 calon haji Aceh Barat Daya yang dilepas dengan peusijuek

Sebanyak 17 calon jemaah haji asal Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, dilepas melalui tradisi peusijuek di Masjid Baitul Qahar, Minggu (10/5/2026). Jemaah termuda berusia 17 tahun dan tertua 79 tahun.

Warga dan tokoh adat mendoakan 17 calhaj Aceh Barat Daya yang dilepas dengan peusijuek. Foto: Ist

SUSOH - Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Gampong Durian Rampak, dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri. Tradisi peusijuek sebagai simbol doa dan harapan agar para jemaah selamat hingga kembali ke tanah air.

Ketua panitia, Hj Rasmi Karim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini.

“Terima kasih kepada Keuchik dan perangkat Desa Durian Rampak atas kontribusi pelaksanaan kegiatan ini. Semoga amal kebaikan bapak ibu semua dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ia berpesan agar para calon jemaah menjaga kekompakan dan kesehatan. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi kunci kelancaran ibadah di Tanah Suci. Dari 17 calon jemaah haji, termuda adalah Dhabith Ramadhani Al Ghifari (17) asal Gampong Padang Baru, sedangkan tertua Zuriam Ali Arsyad (79) dari Gampong Pinang.

Sekcam Susoh Dasruddin mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Ia juga meminta doa dari para calon jemaah haji untuk masyarakat Susoh.

“Kami juga meminta kepada calon jamaah haji agar mendoakan masyarakat Susoh yang belum berhaji bisa dapat berhaji ke tanah suci,” ujarnya.

Dasruddin menambahkan, warga Susoh akan turut mendoakan para jemaah agar diberi kemudahan. Harapannya, mereka semua pulang sebagai haji yang mabrur.

Ketua IPHI Abdya Husaini Haji mengapresiasi suasana pelepasan yang penuh kekeluargaan. Ia berpesan agar jemaah menjaga pola makan, mengendalikan emosi, dan mempererat kebersamaan.

“Jemaah yang lebih muda diimbau membantu jemaah lanjut usia,” katanya.

Husaini juga mengajarkan para calhaj bergabung dengan IPHI sepulang dari Tanah Suci. Wadah itu dinilai penting untuk menjaga silaturahmi dan mempertahankan nilai-nilai kemabruran haji.