Stok Hewan Kurban Dan Meugang Abdya Capai 1.454 Ekor, Harga Diharapkan Stabil
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan pasokan hewan ternak untuk kebutuhan ibadah kurban dan tradisi meugang menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman.
![]() |
| Ilustrasi. Foto: Abdya Times |
BLANGPIDIE — Tingkat ketersediaan yang memadai ini diharapkan dapat meredam potensi lonjakan harga daging di pasaran sekaligus memenuhi seluruh permintaan masyarakat.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatat total ketersediaan hewan ternak siap potong pada tahun 2026 mencapai 1.454 ekor. Jumlah tersebut dipastikan mampu mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat yang rutin melonjak menjelang perayaan hari besar Islam.
Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, menyampaikan bahwa tingginya angka persediaan ternak di sembilan kecamatan diharapkan dapat menjadi instrumen pengendali harga secara alami. "Harapan kita harga daging tetap stabil," ujarnya kepada Abdya Times, Senin (18/5/2026).
Selain menyoroti stabilitas harga, Hendri memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan hewan dan perlindungan konsumen. Ia mewajibkan adanya tahapan pemeriksaan medis sebelum proses penyembelihan dilakukan, guna menghindari risiko penularan penyakit zoonosis dari hewan ternak ke manusia.
"Bagi masyarakat yang menyembelih hewan kurban, diwajibkan menghubungi petugas untuk memeriksa kesehatan hewan dan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (KIR)," tegas Hendri.
Imbauan krusial tersebut tidak sebatas ditujukan kepada panitia kurban, tetapi juga kepada masyarakat luas yang akan menyambut tradisi meugang. Seluruh pembeli daging diimbau untuk lebih teliti saat berbelanja dan memastikan produk yang dibeli berasal dari hewan ternak yang terbukti sehat serta layak konsumsi.
Adapun data inventarisasi populasi ternak ini telah dilaporkan secara resmi kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh melalui surat bernomor 524/1123 tertanggal 28 April 2026. Dari total 1.454 ekor hewan kurban yang dipersiapkan, rincian keseluruhannya terdiri atas 285 ekor sapi, 190 ekor kerbau, 572 ekor kambing, dan 407 ekor domba.
Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Blangpidie mendominasi pasokan secara keseluruhan. Di pusat ibu kota kabupaten tersebut, tersedia pasokan sebanyak 60 ekor sapi, 45 ekor kerbau, 180 ekor kambing, dan 150 ekor domba.
Sementara itu, populasi khusus ternak sapi tertinggi berada di kawasan pesisir Kecamatan Susoh dengan jumlah 81 ekor. Ketersediaan tersebut turut didukung oleh 30 ekor kerbau, 85 ekor kambing, dan 27 ekor domba.
Pasokan di wilayah lainnya juga menunjukkan angka yang merata. Kecamatan Babahrot menyiapkan 5 ekor sapi, 15 ekor kerbau, 35 ekor kambing, dan 21 ekor domba. Di Kecamatan Kuala Batee, hasil pendataan mencatat adanya stok 19 ekor sapi, 22 ekor kerbau, 75 ekor kambing, dan 86 ekor domba.
Kecamatan Jeumpa turut berkontribusi dengan ketersediaan 11 ekor sapi, 16 ekor kerbau, 56 ekor kambing, dan 66 ekor domba. Sedangkan di Kecamatan Setia, tercatat persediaan hewan ternak siap potong sebanyak 15 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 42 ekor kambing, serta 25 ekor domba.
Selanjutnya, Kecamatan Tangan-Tangan menyiapkan pasokan 35 ekor sapi, 20 ekor kerbau, 40 ekor kambing, dan 28 ekor domba. Distribusi ternak di Kecamatan Manggeng mencapai 20 ekor sapi, 6 ekor kerbau, 18 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Terakhir, Kecamatan Lembah Sabil melaporkan persediaan sebanyak 39 ekor sapi, 15 ekor kerbau, 41 ekor kambing, serta 2 ekor domba.

Posting Komentar