Abdya Dapat Kucuran Bansos Rp600 Juta, Operasi Katarak dan Pembebasan Pasung Ikut Digelar
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan bantuan sosial senilai Rp600 juta lebih kepada 365 penerima manfaat yang terdiri atas penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), kelompok rentan, dan anak-anak. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh itu diserahkan langsung oleh Bupati Abdya Safaruddin dalam kegiatan bakti sosial di halaman Kantor Bupati Abdya, Sabtu, 6 Juni 2026.
|
| Bupati Abdya, Safaruddin terima bansos Rp600 juta lebih dari Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh, Blangpidie, Sabtu (6/6/2026). |
BLANGPIDIE - Program tersebut menjadi salah satu intervensi sosial terbesar yang diterima Abdya tahun ini. Selain bantuan sosial, kegiatan itu juga dibarengi dengan operasi katarak gratis dan penanganan khusus bagi warga dengan gangguan jiwa.
Dalam sambutannya, Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada Sentra Darussa’adah Aceh yang menjadikan Abdya sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial tahun 2026. Menurut dia, perhatian pemerintah pusat melalui program tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan sosial masyarakat rentan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sentra Darussa’adah yang telah memilih Abdya sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial tahun ini. Bantuan ini menjadi nikmat yang patut disyukuri oleh para penerima manfaat,” kata Safaruddin.
Ia menilai bantuan yang disalurkan tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga memiliki nilai pemberdayaan ekonomi. Terutama bagi penerima bantuan usaha produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan keluar dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.
Safaruddin mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga akurasi data penerima bantuan agar seluruh program sosial benar-benar menjangkau warga yang berhak. Karena itu, proses verifikasi dan validasi penerima dilakukan berdasarkan data faktual yang mengacu pada basis data resmi Kementerian Sosial.
“Semua mengacu pada desil resmi Kemensos agar tepat sasaran. Jika masih ada warga rentan yang terlewat, data tersebut akan terus kami perbarui secara berkala sehingga upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Abdya dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Menurut Safaruddin, penyaluran bantuan sosial harus terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ia memastikan pemerintah daerah akan mempertahankan prinsip objektivitas dalam setiap proses pendataan dan penetapan penerima manfaat.
Perwakilan Sentra Darussa’adah Aceh, Fadhli Ramadhan, mengatakan rangkaian bakti sosial di Abdya telah berlangsung sejak pekan kedua Mei 2026. Seluruh tahapan program, mulai dari pendataan, asesmen, penjangkauan, verifikasi hingga validasi data, dilakukan bersama Dinas Sosial Abdya sesuai standar operasional dan regulasi program Atensi Rehabilitasi Sosial.
Selain menyalurkan bantuan sosial, Sentra Darussa’adah juga menggelar operasi katarak gratis bagi 42 warga di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan Abdya. Pada saat yang sama, tim gabungan bersama Dinas Kesehatan dan rumah sakit jiwa melakukan pembebasan pasung terhadap tiga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Hari ini paralel dengan penyerahan bantuan di sini, tim medis juga sedang melangsungkan operasi katarak bagi 42 pasien di RSUD Teungku Peukan Abdya. Kami juga bergerak bersama Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit jiwa untuk melakukan penanganan khusus serta pembebasan pasung terhadap tiga warga ODGJ di Abdya,” kata Fadhli.
Fadhli menjelaskan, penerima manfaat terdiri atas 91 penyandang disabilitas, dengan rincian 41 orang menerima bantuan modal usaha dan 50 orang memperoleh alat bantu. Selain itu, terdapat 192 anak penerima bantuan sosial, 38 warga dari kelompok rentan, serta 42 lansia yang menerima bantuan usaha dan layanan operasi katarak.
“Kami berharap bantuan kewirausahaan yang diberikan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penerima manfaat. Dengan begitu, mereka tidak terus bergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang,” kata Fadhli.
```
Posting Komentar