Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Jamuan Kari Kambing hingga Keumamah, Wabup Abdya Rasakan Nuansa Aceh di Mekkah

Wabup Abdya menghadiri makan siang bernuansa Aceh di Mekkah bersama diaspora Aceh yang puluhan tahun menjamu jamaah haji Tanah Suci.

Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menghadiri jamuan makan siang bernuansa Aceh di kediaman tokoh diaspora Aceh, Teungku Syeikh Sulaiman Al-Asyi atau Cek Man, di kawasan Syaraya, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).

Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli foto bersama tokoh diaspora Aceh, Teungku Syeikh Sulaiman Al-Asyi atau Cek Man, di kediamannya, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).

MEKKAH - Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi antara pemerintah daerah, petugas haji, dan jamaah Aceh dengan keluarga diaspora yang selama puluhan tahun menetap di Tanah Suci. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan kental dengan nuansa budaya Aceh.

Zaman Akli bersama sejumlah petugas dan jamaah haji Aceh disambut langsung oleh Cek Man beserta keluarganya. Keakraban tercipta sejak awal pertemuan karena seluruh anggota keluarga masih menggunakan bahasa Aceh dalam percakapan sehari-hari.

Bagi banyak jamaah, suasana itu menghadirkan kembali kenangan kampung halaman setelah lebih dari 20 hari menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi. Kehangatan keluarga diaspora tersebut menjadi ruang pelepas rindu di tengah padatnya aktivitas haji.

Cek Man dan istrinya, Dahniar, merupakan perantau asal Kong Kong, Mukim Gampong Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie. Mereka menetap di Mekkah sejak dekade 1960-an dan kemudian menjadi warga negara Arab Saudi.

Selama bertahun-tahun, keluarga itu dikenal luas di kalangan masyarakat Aceh sebagai tuan rumah yang rutin membuka pintu rumahnya bagi jamaah haji, umrah, pelajar, hingga mahasiswa asal Aceh yang berada di Tanah Suci.

Jamuan makan siang yang disiapkan keluarga Cek Man menyajikan beragam kuliner khas Aceh. Di antaranya kari kambing boh labu khas Pidie, kuah beulangong, kuah leumak, keumamah, ikan bandeng tumis, dendeng daging, engkot muloh, keurupuk mulieng, serta berbagai menu tradisional lainnya.

Wabup Zaman Akli bersama sejumlah petugas dan jamaah haji Aceh foto bersama tokoh diaspora Aceh, Teungku Syeikh Sulaiman Al-Asyi atau Cek Man, di kediamannya, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Cek Man, sebagian bahan dan rempah yang digunakan masih didatangkan langsung dari Aceh agar cita rasa masakan tetap terjaga. Bahkan, keumamah yang menjadi salah satu hidangan utama dikirim langsung dari kampung halaman.

Ia juga menanam sejumlah tanaman khas Aceh di sekitar kediamannya di Mekkah. Di antaranya on temurui atau daun kari, on murong atau daun kelor, dan on seukee atau pandan yang berasal dari benih yang dibawa dari Aceh.

Zaman Akli menilai apa yang dilakukan keluarga Cek Man bukan sekadar mempertahankan tradisi kuliner, tetapi juga menjaga identitas budaya Aceh di luar negeri.

“Silaturahmi ini bukan sekadar jamuan makan siang, tetapi menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan orang Aceh di mana pun berada. Kehangatan yang diberikan oleh Cek Man dan keluarga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh serta memberikan kenyamanan bagi jamaah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci,” kata Zaman Akli.