Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

PT PEMA Bertransformasi, Dari Pembenahan Internal Menuju BUMD Profesional

PT PEMA memperkuat tata kelola, efisiensi, dan diversifikasi usaha untuk meningkatkan kinerja serta kontribusi bagi perekonomian Aceh.

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA mempercepat agenda transformasi perusahaan dengan menitikberatkan pada pembenahan tata kelola, penguatan keuangan, dan diversifikasi usaha. Langkah itu ditempuh untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian dan pendapatan daerah Aceh.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur

BANDA ACEH - Sepanjang 2025, perusahaan memilih fokus memperkuat fondasi internal dibanding melakukan ekspansi bisnis secara agresif. Penguatan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi prioritas melalui penyempurnaan struktur organisasi, perbaikan standar operasional prosedur, peningkatan pengawasan internal, serta transparansi pelaporan.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur menyatakan pembenahan tata kelola menjadi kebutuhan mendasar bagi BUMD agar mampu bertahan dan berkembang di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap akuntabilitas perusahaan daerah.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan fondasi perusahaan semakin kuat. Tata kelola yang baik menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (4/6/2026).

Komitmen tersebut mulai tercermin melalui sejumlah capaian strategis perusahaan. Salah satunya kemenangan PT PEMA dalam sengketa bisnis kopi melawan PT Jingki Roda Gayo berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna.

Kemenangan itu dinilai penting karena memperkuat perlindungan terhadap aset dan kepentingan bisnis daerah. Putusan tersebut juga menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga hak-hak usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

Di sektor energi, PT PEMA melalui anak usahanya, PT Pema Global Energy, berhasil meningkatkan harga jual gas melalui optimalisasi kontrak dan strategi negosiasi. Kebijakan itu memberi ruang bagi peningkatan pendapatan perusahaan tanpa harus mengambil risiko ekspansi yang terlalu besar.

Perusahaan juga mencatat kenaikan nilai jual komoditas sulfur. Perbaikan strategi pemasaran serta penyesuaian terhadap dinamika pasar menjadi faktor yang mendorong peningkatan kinerja sektor tersebut.

Di bidang keuangan, manajemen memperketat disiplin anggaran melalui efisiensi belanja, pengendalian biaya operasional, dan penguatan pengawasan pengeluaran. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Perusahaan yang sehat tidak hanya diukur dari besarnya aset atau ekspansi usaha, tetapi juga kemampuan menjaga efisiensi dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Selain melakukan pembenahan internal, PT PEMA mulai mendorong digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kualitas layanan. Perusahaan juga menyiapkan diversifikasi usaha melalui perdagangan kopi serta penjajakan sektor telekomunikasi, meski manajemen menegaskan setiap ekspansi akan dilakukan secara terukur dan berbasis kesiapan bisnis.