check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Cara Cek Bansos Kemensos 2026: Status Penerimaan PKH dan BPNT Via Online

Masyarakat mulai ramai mencari informasi mengenai cara cek bansos Kemensos 2026 untuk memastikan status penerimaan bantuan sosial tahun ini.

Cara Cek Bansos Kemensos 2026: Status Penerimaan PKH dan BPNT Via Online
Tim Kreatif Abdya Times

JAKARTA — Pencarian meningkat seiring penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masih berlangsung di berbagai daerah.

Kementerian Sosial menyediakan layanan pengecekan bansos secara daring melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id serta aplikasi Cek Bansos.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah namanya tercatat sebagai penerima bantuan hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.

Penyaluran bansos sepanjang 2026 dilakukan secara bertahap. Karena jadwal pencairan di tiap daerah tidak seragam, masyarakat diminta rutin memantau status bantuan agar tidak tertinggal informasi pencairan.

“Penerima bantuan sosial disarankan secara berkala mengecek data melalui kanal resmi Kemensos untuk memastikan status kepesertaan maupun progres penyaluran,” demikian imbauan dalam informasi layanan Kemensos.

Untuk mengecek status penerima bansos melalui website, masyarakat cukup membuka laman cekbansos.kemensos.go.id, memasukkan NIK sesuai KTP, mengetik kode captcha, lalu menekan tombol “Cari Data”.

Sistem akan menampilkan status penerima beserta jenis bantuan yang diterima apabila data terdaftar.

Selain website, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store.

Pengguna yang belum memiliki akun perlu mendaftar dengan melengkapi data diri, termasuk NIK, alamat, email, serta mengunggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi.

Khusus pencairan BPNT tahap kedua tahun 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan mulai menerima bantuan pada Juni ini.

Bantuan tersebut mencakup alokasi April hingga Juni 2026 dengan total nilai Rp600 ribu atau Rp200 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus.

Penyaluran BPNT dilakukan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.

Di beberapa wilayah, distribusi bantuan juga dilakukan melalui kantor pos sesuai mekanisme pemerintah daerah.

Salah satu indikator bantuan telah diproses adalah munculnya keterangan “YA” pada kolom status pencairan di sistem Kemensos. Selain itu, penerima juga dapat memeriksa saldo rekening KKS untuk memastikan dana bantuan telah masuk.

Untuk bantuan PKH, besaran dana yang diterima berbeda berdasarkan kategori penerima.

Ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp3 juta per tahun, siswa SD Rp900 ribu, siswa SMP Rp1,5 juta, siswa SMA Rp2 juta, disabilitas berat dan lansia masing-masing Rp2,4 juta per tahun.

Namun, tidak semua masyarakat yang melakukan pengecekan akan langsung menemukan namanya dalam sistem.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan data tidak muncul, mulai dari NIK yang tidak sesuai, data kependudukan belum diperbarui, hingga proses verifikasi dan validasi penerima yang masih berlangsung.

Pendamping sosial mengingatkan masyarakat agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, atau petugas sosial setempat apabila merasa memenuhi syarat namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan.

Pemerintah juga terus memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga daftar penerima bansos dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil pemutakhiran data.