check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Zico Peringatkan Bahaya Samurai Biru

Tim Nasional (Timnas) Jepang bersiap menghadapi tantangan terbesar mereka di Piala Dunia 2026 dengan menantang juara dunia lima kali, Brasil, pada babak 32 besar. Laga hidup mati penentuan tiket 16 besar ini akan diselenggarakan di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Zico Peringatkan Bahaya Samurai Biru
Ilustrasi laga Timnas Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026. Foto: Tim Kreatif Abdya Times

HOUSTON — Pertemuan bergengsi ini tidak hanya memperebutkan tempat ke fase selanjutnya, tetapi juga menjadi ujian sejati bagi kebangkitan sepak bola Asia di panggung global yang belakangan semakin kompetitif.

Samurai Biru melaju ke fase sistem gugur dengan mengamankan status runner-up Grup F, mendampingi Belanda yang keluar sebagai juara grup. Skuad asuhan Hajime Moriyasu datang ke Houston bukan sekadar sebagai tim pelengkap, melainkan membawa modal mental yang sangat kuat.

Mereka menyalakan kembali memori manis saat berhasil mencetak sejarah menumbangkan Brasil dengan skor 3-2 pada laga uji coba di Tokyo, Oktober tahun lalu.

Kepercayaan diri yang tinggi tampak jelas menyelimuti kubu Jepang menjelang bentrok taktis di Texas. Pelatih Hajime Moriyasu menegaskan bahwa pasukannya kini memiliki kedewasaan bermain dan sudah memahami cara meredam agresivitas tim elite sekelas Amerika Selatan.

"Terakhir kali, kami membuktikan kepada Brasil bahwa kami bukan tim yang mudah dikalahkan. Itu adalah kemajuan besar bagi kami," tegas Moriyasu.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut menambahkan bahwa peluang timnya untuk meraih kemenangan di laga sistem gugur sangat terbuka, mengingat dinamika sepak bola yang kerap menghadirkan kejutan. Ia juga menilai bahwa keberhasilan anak asuhnya melangkah sejauh ini adalah representasi nyata dari pesatnya pertumbuhan sepak bola di Jepang. Moriyasu meyakini skuadnya kini memiliki kapasitas untuk memberikan tekanan balik yang menyulitkan tim-tim raksasa.

Perjalanan Jepang menuju babak 32 besar memang terbilang impresif karena mereka berhasil melalui fase grup yang ketat tanpa tersentuh kekalahan. Setelah menahan imbang Belanda 2-2 dan melibas Tunisia 4-0, Jepang bermain penuh perhitungan saat ditahan imbang 1-1 oleh Swedia di laga pamungkas.

Dalam pertandingan penentu tersebut, Moriyasu merespons kebobolan timnya secara pragmatis dengan memasukkan sejumlah pemain bertahan guna memastikan satu poin krusial demi menyegel tiket lolos.

Pendekatan disiplin dan soliditas pertahanan itu juga diakui oleh penjaga gawang Jepang, Zion Suzuki, sebagai kunci ketahanan tim. Ia menuturkan bahwa keberhasilan Jepang keluar dari gempuran intens Swedia di babak kedua telah mematangkan mentalitas skuadnya.

Suzuki meyakini momentum tidak terkalahkan di fase grup ini akan menjadi suntikan motivasi yang masif bagi rekan-rekannya sebelum berhadapan langsung dengan barisan penyerang menakutkan milik Selecao.

Di sisi seberang, Brasil melenggang ke babak gugur dengan predikat juara Grup C setelah mengoleksi tujuh poin. Tim asuhan pelatih Brasil ini sempat mendapat perlawanan alot saat ditahan imbang 1-1 oleh Maroko di laga pembuka.

Namun, mereka segera menemukan ritme permainan dengan melumat Haiti 3-0, sebelum akhirnya mengamankan posisi puncak lewat duel sengit yang berakhir imbang 3-3 melawan Skotlandia berkat penampilan gemilang Vinicius Junior dan Matheus Cunha.

Menjelang laga yang diprediksi berjalan ketat ini, legenda sepak bola Brasil sekaligus mantan pelatih Timnas Jepang, Zico, memberikan peringatan keras kepada negaranya. Zico mewanti-wanti skuad Brasil agar tidak memandang remeh kekuatan kolektif wakil Asia tersebut.

"Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif," ujar Zico menyoroti fakta bahwa para pemain Jepang kini matang di liga-liga elite Eropa.

Zico, yang pernah merasakan kepahitan saat Jepang asuhannya dihancurkan Brasil 1-4 pada Piala Dunia 2006, mengaku laga ke-15 antara kedua negara ini akan terasa sangat emosional baginya. Meski nalurinya tetap mendukung negara asalnya, pria berusia 73 tahun itu secara terbuka tidak menampik kemungkinan Jepang meraih kemenangan.

Ia memuji skuad Samurai Biru saat ini karena dianggap sudah memainkan sepak bola modern yang terstruktur dengan sangat baik.

Pertandingan di Houston nanti dipastikan akan menyajikan pertarungan sengit antara disiplin taktis melawan kecemerlangan invididu khas Jogo Bonito.

Brasil diyakini akan mencoba mendominasi dan membombardir pertahanan berlapis Jepang. Namun, kecerdikan sistem pertahanan blok tengah Jepang serta kecepatan transisi serangan balik vertikal mereka siap memberikan hukuman fatal apabila barisan pertahanan Selecao melakukan kesalahan kecil di area krusial.