Harga Gula Pasir di Abdya Stagnan, Cabai Rawit Justru Turun Drastis
Harga gula pasir di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpantau tidak bergerak dalam dua hari terakhir, sementara komoditas lain menunjukkan dinamika yang kontras. Berdasarkan data pantauan GPR Aceh pada periode 9 hingga 10 Juli 2026, harga gula konsumsi tercatat tetap di angka Rp20.000 per kilogram, baik di pasar tradisional maupun di warung-warung setempat.
|
| Ilustrasi harga gula di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Stagnasi harga gula pasir 1kg di warung ini terjadi di tengah gejolak harga pada kelompok bumbu dapur. Data menunjukkan harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan signifikan sebesar Rp5.000, dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kilogram dalam sehari. Penurunan ini menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga yang selama sepekan terakhir mengeluhkan lonjakan harga cabai.
Meski harga gula naik tidak terjadi, pergerakan harga pada komoditas beras justru menarik untuk dicermati. Beras medium tercatat turun tipis Rp100 menjadi Rp13.900 per kilogram, sementara beras SPHP yang merupakan program stabilisasi harga pangan pemerintah malah terkoreksi lebih dalam dari Rp12.800 menjadi Rp12.400 per kilogram. Penurunan ini mengindikasikan adanya tambahan pasokan dari jalur distribusi pemerintah ke pasar Abdya.
Di sisi lain, harga cabai merah besar ikut ambles dari Rp38.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, menandai tren penurunan harga di segmen sayuran pedas. Namun, cabai merah keriting justru menunjukkan perlawanan dengan naik Rp2.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, menciptakan pola harga yang tidak seragam di antara varietas cabai yang sama.
Komoditas protein hewani seperti daging sapi murni, daging ayam ras, dan telur ayam ras seluruhnya bertahan pada level harga masing-masing. Daging sapi murni masih kokoh di Rp170.000 per kilogram, sementara telur ayam ras bertengger di Rp26.667 per kilogram. Stabilitas ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap protein hewani di Abdya masih berjalan normal tanpa tekanan pasokan yang berarti.
Minyak goreng kemasan dan minyak curah juga tidak menunjukkan perubahan harga, masing-masing di Rp25.000 dan Rp18.000 per kilogram. Begitu pula dengan tepung terigu dan garam konsumsi yang tetap stabil. Kondisi ini menandakan bahwa rantai distribusi barang kebutuhan pokok di Abdya masih berjalan lancar tanpa gangguan logistik yang berarti.
Secara keseluruhan, meskipun harga gula pasir di Abdya tidak mengalami kenaikan, fluktuasi harga pada komoditas cabai dan beras patut diwaspadai. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga ini agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang akhir pekan ketika permintaan biasanya meningkat.
Posting Komentar