Harga Gula Pasir di Abdya Stagnan di Rp20.000, Daya Beli Warga Mulai Teruji
Pergerakan harga gula pasir di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menunjukkan tren stagnan pada level yang relatif tinggi. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang dirilis untuk periode pantauan 7 hingga 8 Juli 2026, harga gula konsumsi masih bertahan di angka Rp20.000 per kilogram, tanpa perubahan signifikan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kondisi ini menjadikan harga gula pasir 1kg di warung tetap menjadi salah satu beban utama bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur ulang anggaran belanja harian.
|
| Ilustrasi harga gula di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Stagnasi harga gula ini terjadi di tengah dinamika harga komoditas lain yang justru menunjukkan variasi. Data menunjukkan bahwa harga gula naik secara perlahan dalam beberapa pekan terakhir dan kini berada di titik yang sama dengan harga minyak goreng kemasan sederhana, yakni Rp20.000 per liter. Sementara itu, komoditas pokok seperti beras premium tercatat di harga Rp16.500 per kilogram dan beras medium di Rp14.000 per kilogram, yang masih memberikan sedikit ruang bagi konsumen untuk beralih ke jenis beras yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, tekanan inflasi dari sektor bumbu dapur masih terasa cukup kuat. Harga cabai rawit merah misalnya, masih bertengger di angka Rp60.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di Rp45.000 per kilogram. Fenomena ini membuat warga Abdya harus lebih selektif dalam membelanjakan uangnya, terutama ketika harus membeli gula pasir yang harganya tak kunjung turun meskipun stok di pasaran terpantau aman.
Kenaikan harga gula yang sempat terjadi sebelumnya kini mulai memasuki fase konsolidasi. Para pedagang di pasar tradisional Abdya mengakui bahwa permintaan terhadap gula pasir cenderung stabil, namun mereka tidak bisa menurunkan harga karena harga dari distributor masih bertahan. Data GPR Aceh juga mencatat bahwa komoditas protein hewani seperti daging ayam ras di Rp37.500 per kilogram dan telur ayam ras di Rp26.667 per kilogram masih dalam kisaran wajar, sehingga konsumen bisa sedikit mengompensasi pengeluaran untuk gula dengan membeli lauk yang lebih murah.
Sementara itu, harga minyak goreng curah yang tercatat di Rp18.000 per liter dan tepung terigu curah di Rp10.000 per kilogram justru memberikan sedikit kelegaan. Kombinasi harga ini menunjukkan bahwa meskipun harga gula pasir 1kg di warung masih tinggi, beberapa kebutuhan pokok lainnya belum menunjukkan gejolak yang ekstrem. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan daya beli masyarakat di tengah musim paceklik panen yang biasanya terjadi di pertengahan tahun.
Ke depan, kestabilan harga gula di Abdya akan sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari tingkat provinsi. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai pasok agar lonjakan harga tidak kembali terjadi, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya mendongkrak konsumsi gula secara signifikan. Pantauan harga dari GPR Aceh akan menjadi acuan penting bagi konsumen dan pedagang dalam mengambil keputusan transaksi sehari-hari.
Posting Komentar