Harga Minyak Goreng di Abdya Stagnan, Pasokan Dinilai Aman di Akhir Pekan
Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada akhir pekan ini menunjukkan tren yang cenderung datar, dengan mayoritas komoditas bertahan di level yang sama dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data pantauan harga yang dirilis oleh GPR Aceh untuk periode 17 hingga 18 Juli 2026, tidak tercatat adanya fluktuasi signifikan pada bahan pangan strategis, termasuk di dalamnya kelompok minyak goreng yang menjadi perhatian utama konsumen.
|
| Ilustrasi harga minyak goreng di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Untuk harga minyak goreng hari ini, khususnya pada kategori minyak goreng kemasan, tercatat stabil di angka Rp25.000 per kilogram. Angka tersebut tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan catatan harga pada hari Jumat, menunjukkan bahwa distribusi dari tingkat distributor hingga pengecer masih berjalan lancar tanpa tekanan pasokan yang berarti.
Sementara itu, harga minyak goreng curah yang kerap menjadi pilihan utama pelaku usaha mikro dan rumah tangga dengan daya beli terbatas juga terpantau tidak bergerak. Berdasarkan data, harga minyak goreng curah masih berada di posisi Rp18.000 per kilogram, sama seperti hari sebelumnya. Stabilitas ini mencerminkan bahwa mekanisme pasar untuk komoditas curah di Abdya belum terganggu oleh lonjakan permintaan musiman.
Di sisi lain, produk minyak goreng kemasan sederhana bermerek Minyakita yang menjadi andalan program pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga juga menunjukkan konsistensi. Harga minyak goreng 1kg untuk merek tersebut tercatat di angka Rp20.000 per kilogram, tidak berubah dari hari sebelumnya. Harga minyak goreng botol untuk merek-merek lain pun mengikuti pola serupa, mengindikasikan tidak adanya gejolak pada rantai pasok minyak sawit mentah di tingkat hilir.
Meskipun komoditas minyak goreng menjadi fokus utama, data GPR Aceh juga mencatat bahwa sebagian besar bahan pokok lainnya ikut mengalami stagnasi. Harga beras premium dan medium masing-masing bertahan di Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram, sementara daging ayam ras dan telur ayam ras juga tidak bergeming di angka Rp37.500 dan Rp26.667. Kondisi ini menandakan bahwa daya beli masyarakat dan ketersediaan stok di Abdya berada dalam keseimbangan yang relatif stabil pada pekan ketiga Juli ini.
Satu-satunya catatan dalam data adalah absennya harga cabai rawit merah untuk tanggal 18 Juli, yang hanya tercatat pada hari sebelumnya di level Rp80.000 per kilogram. Meskipun demikian, secara umum tidak ada lonjakan harga yang perlu dikhawatirkan pada komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih yang masing-masing masih di Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram.
Dengan tidak adanya perubahan harga pada seluruh komoditas utama, termasuk minyak goreng curah dan kemasan, para pedagang di Abdya dapat menjalankan aktivitas jual beli tanpa harus melakukan penyesuaian stok secara mendadak. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi Minyakita dan minyak goreng kemasan guna memastikan harga minyak goreng hari ini tetap berada dalam koridor yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Posting Komentar