check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Ikan di Abdya Stagnan, Daging Sapi Masih Bertengger di Puncak

Pergerakan harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada akhir pekan lalu cenderung datar, dengan harga ikan laut per kilo yang menjadi salah satu andalan protein masyarakat tidak menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data resmi GPR Aceh periode 18-19 Juli 2026, harga ikan tongkol dan ikan kembung tercatat stabil, sementara komoditas daging sapi murni masih menjadi beban terberat bagi daya beli warga.

Dinamika Harga Ikan di Abdya
Ilustrasi harga ikan di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Untuk harga ikan per kg, Ikan Tongkol dibanderol Rp40.000 per kilogram, sedangkan Ikan Kembung berada di posisi lebih tinggi yakni Rp45.000 per kilogram. Angka ini tidak bergerak jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, mengindikasikan bahwa pasokan dari nelayan setempat masih mampu memenuhi permintaan pasar tanpa gejolak harga. Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi ibu rumah tangga yang tengah mencari harga ikan yang murah di tengah tekanan harga komoditas lain.

Meski harga ikan di pasar untuk dua jenis tangkapan utama itu stabil, lonjakan signifikan justru tidak terlihat pada komoditas protein hewani lainnya. Daging ayam ras masih dijual Rp37.500 per kilogram dan telur ayam ras bertahan di angka Rp26.667 per kilogram, menunjukkan rantai distribusi pakan ternak belum terganggu. Namun, daging sapi murni yang masih bertengger di Rp170.000 per kilogram menjadi pengingat bahwa kebutuhan protein kelas menengah ke atas tetap mahal.

Dari sisi bumbu dapur, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing stagnan di Rp55.000 dan Rp35.000 per kilogram. Meski tidak ada kenaikan, level harga cabai merah keriting yang masih tinggi patut diwaspadai karena berpotensi menekan pengeluaran harian pedagang makanan. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih bonggol bertahan di Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram, memberikan sedikit ruang napas bagi pelaku usaha kuliner.

Komoditas pokok seperti beras premium dan beras medium masing-masing tidak beranjak dari Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Stabilitas ini didukung oleh kehadiran Beras SPHP seharga Rp13.000 per kilogram yang terus menjadi andalan warga berpenghasilan rendah. Di sisi lain, minyak goreng curah dan kemasan masing-masing dijual Rp18.000 dan Rp25.000 per kilogram, menunjukkan tidak ada tekanan dari harga minyak sawit global dalam sepekan terakhir.

Secara keseluruhan, data GPR Aceh mencatat tidak ada satu pun dari 21 komoditas yang dipantau mengalami perubahan harga antara 18 dan 19 Juli 2026. Situasi ini mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan yang terjaga di Kabupaten Abdya, meskipun daya beli masyarakat tetap harus diperkuat mengingat harga ikan laut per kilo yang murah belum mampu mengompensasi mahalnya harga daging sapi. Para pedagang pun diimbau untuk tidak menimbun stok agar tren stabil ini dapat bertahan hingga pekan depan.