check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Sembako di Abdya Relatif Stabil, Cabai Merah Keriting Masih Bertengger di Level Tinggi

Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada awal pekan ini menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan, dengan mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang dirilis pada periode 19 hingga 20 Juli 2026, daftar harga sembako hari ini di Abdya masih didominasi oleh angka yang sama dengan hari Minggu, kecuali pada beberapa komoditas yang sempat mencatatkan lonjakan sebelumnya. Stabilitas ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi warga, meskipun harga sejumlah bahan pokok strategis masih berada di atas rata-rata.

Dinamika Harga Sembako Lengkap di Abdya
Ilustrasi harga sembako lengkap di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Harga beras hari ini terpantau bervariasi tergantung kualitasnya, di mana beras premium masih dibanderol Rp16.500 per kilogram, sementara beras medium non-SPHP tercatat Rp15.000 per kilogram. Di sisi lain, beras SPHP yang menjadi andalan program stabilisasi harga masih dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram, memberikan opsi yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Tidak ada perubahan harga pada komoditas ini, mengindikasikan pasokan yang cukup lancar di tingkat pedagang.

Sementara itu, harga minyak goreng hari ini juga menunjukkan tren yang sama. Minyak goreng kemasan premium dijual seharga Rp25.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah yang lebih ekonomis masih bertahan di angka Rp18.000 per liter. Minyakita, sebagai salah satu merek minyak goreng kemasan sederhana yang disubsidi, tercatat seharga Rp20.000 per liter, tidak bergerak dari posisi sebelumnya. Kondisi ini menandakan distribusi minyak goreng di Abdya masih berjalan normal tanpa tekanan harga yang berarti.

Namun, perhatian khusus tertuju pada komoditas cabai. Harga cabai di Aceh hari ini masih terbilang tinggi, khususnya untuk cabai merah keriting yang mencapai Rp55.000 per kilogram. Angka ini jauh di atas harga cabai merah besar yang hanya Rp35.000 per kilogram, menunjukkan disparitas harga yang cukup lebar antarvarietas. Para pedagang di pasar tradisional mengaku permintaan terhadap cabai merah keriting masih tinggi, sehingga harga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat.

Komoditas protein hewani pun tercatat stabil, dengan daging sapi murni dijual di harga Rp170.000 per kilogram dan daging ayam ras di angka Rp37.500 per kilogram. Telur ayam ras juga tidak beranjak dari harga Rp26.667 per kilogram, sementara ikan kembung dan ikan tongkol masing-masing dibanderol Rp45.000 dan Rp40.000 per kilogram. Stabilitas harga lauk pauk ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang mulai mengatur ulang belanja dapur harian mereka.

Untuk bumbu dapur lainnya, harga bawang merah tercatat Rp28.000 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol masih cukup mahal di angka Rp45.000 per kilogram. Gula konsumsi dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram, sama dengan harga tepung terigu curah yang hanya Rp10.000 per kilogram. Data ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada lonjakan harga yang dramatis, daya beli masyarakat tetap harus diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang cermat.

Secara keseluruhan, dinamika harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya pada hari ini menggambarkan kondisi pasar yang tenang namun tetap waspada. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pasokan, terutama untuk cabai merah keriting yang masih menjadi beban bagi anggaran rumah tangga. Dengan data resmi GPR Aceh sebagai acuan, konsumen dapat merencanakan belanja secara lebih strategis di tengah stabilitas harga yang ada.