Lapak Baca Pesisir: Strategi Baca Nyaring dan Menulis Mencetak Generasi Nelayan Cakap Literasi
Gerakan Lapak Baca Taman Baca Masyarakat (TBM) Pesisir menggagas strategi baru dalam meningkatkan literasi anak-anak nelayan di Surabaya. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga menulis kreatif. Hal ini menjadi fokus utama dalam program 'Lapak Baca TBM Pesisir: Gema Literasi Pesisir 2026' yang digelar di Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026).
![]() |
| Peserta lapak baca TBM Yayasan Avicenna Berkah Asyik Menulis. Abdya Times |
SURABAYA — Kegiatan di lapak baca tersebut dimulai sejak pukul 07.45 WIB dengan sesi baca nyaring atau read aloud. Anak-anak pesisir dikondisikan dalam ruang interaktif yang sengaja dirancang untuk membangun kedekatan emosional dengan buku. Metode ini diharapkan mampu melatih kelancaran pelafalan kosakata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ketua TBM Avicenna Berkah, Tri Eko Sulistiowati yang akrab disapa Bunda Tri, menjelaskan bahwa metode baca nyaring merupakan fondasi penting bagi anak-anak pesisir. Menurutnya, anak-anak tidak hanya belajar mengeja huruf, tetapi juga memahami intonasi, tanda baca, serta emosi dari cerita.
"Melalui metode baca nyaring di lapak baca ini, anak-anak pesisir diajak untuk tidak sekadar mengeja huruf, tetapi juga memahami intonasi, tanda baca, serta menangkap emosi dari cerita yang dibacakan. Ini adalah fondasi penting untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi sebelum mereka ditantang ke tahap menuangkan ide," jelas Bunda Tri.
Setelah sesi baca nyaring, giliran stimulasi dongeng boneka tangan yang dibawakan oleh Mustofa Sam atau Cak Mus dari Kampoeng Dolanan. Kegiatan ini sukses memicu imajinasi anak-anak pesisir sebelum mereka masuk ke sesi menulis mandiri yang dimulai pukul 08.15 WIB.
Dalam sesi menulis, para peserta dibimbing untuk merangkai kalimat pendek, menceritakan kembali pesan moral dari dongeng yang didengar, hingga menuliskan impian dan cita-cita mereka di selembar kertas. Praktik menulis ini menjadi indikator penting untuk mengasah keterampilan motorik halus dan ketajaman berpikir kritis.
Sebagai bentuk apresiasi atas proses kreatif tersebut, di akhir acara seluruh anak pesisir yang berpartisipasi mendapatkan sertifikat resmi. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas karya tulis yang mereka hasilkan di lapak baca, sekaligus menegaskan peran krusial komunitas dalam melahirkan generasi pesisir yang cakap membaca dan piawai menulis.

Posting Komentar