Relima Perpusnas RI Ajak Siswa SDN 11 Ambon Cerdas Ulas Buku
Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI Lokus Kota Ambon bersama SD Negeri 11 Ambon menggelar kegiatan Cerdas Mengulas Buku bagi para siswa. Kegiatan ini berlangsung di sekolah tersebut pada Selasa (8/09/2026) dan menyasar langsung murid kelas empat. Lewat aksi ini, mereka diajak membaca buku bermutu dan berani menyampaikan pendapatnya di depan kelas. Inisiatif ini lahir sebagai wujud nyata peringatan Hari Literasi Internasional yang jatuh pada 8 September lalu. Relima tak sendirian, mereka menggandeng TBM Siwalima Arika untuk menyuplai bahan bacaan dari Perpusnas RI.
![]() |
| Terlihat Murid Sedang Membaca Buku. Abdya Times |
AMBON — Setiap murid menerima buku cerita anak yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan membacanya. Buku-buku itu dikirim langsung dari Perpusnas RI lewat TBM Siwalima Arika, sebuah taman bacaan yang aktif di Ambon. Usai membaca, satu per satu siswa diminta mengulas isi buku dengan gaya bahasa sendiri. Mereka tampak antusias mempresentasikan ringkasan cerita, tokoh favorit, serta pesan moral yang mereka tangkap. Panitia sengaja merancang sesi ini sebagai wadah latihan berbicara di depan umum sejak dini.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi generasi muda, terkhususnya murid-murid kelas empat di SD Negeri 11 Ambon," tulis keterangan resmi kegiatan tersebut. Lebih dari itu, metode baca-ulas ini juga menumbuhkan budaya diskusi sejak sekolah dasar. Anak-anak belajar menyimak, bertanya, dan memberi tanggapan atas pendapat temannya. Atmosfer belajar pun terasa hidup dan menyenangkan di tengah riuh rendah suara riang siswa.
Relima Perpusnas RI menilai penting membiasakan anak mengolah informasi sejak dini. Dengan mengulas, siswa tak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami struktur cerita. Mereka berlatih merangkum, menemukan ide pokok, dan mengungkapkan analisis sederhana. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang aman untuk berlatih berpikir kritis tanpa takut salah. Panitia berharap kebiasaan ini akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.
Dukungan terhadap program ini datang dari banyak pihak, mulai dari akun resmi Perpusnas hingga pegiat literasi daerah. Di antaranya akun @perpusnas.go.id, @dispusip_promal, @perpusipambon, @gemarmembaca.id, dan @ppuk.perpusnas. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan literasi tak bisa berjalan sendiri. Dukungan dunia maya diharapkan memantik gerakan serupa di daerah lain. Relima berkomitmen terus memperluas jangkauan kegiatan ke lebih banyak sekolah di Maluku.
Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya kemampuan membaca. Sebab, literasi bukan sekadar membaca teks, melainkan kemampuan memahami dan memanfaatkannya dalam kehidupan. Melalui pembiasaan mengulas buku, anak-anak dibekali keterampilan yang esensial. Mulai dari kosakata, pemahaman konteks, hingga empati terhadap persoalan yang diangkat penulis. Kegiatan semacam ini patut diapresiasi dan direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depannya, Relima dan TBM Siwalima Arika berencana menggelar kelas literasi serupa untuk tingkat kelas berbeda. Materi bacaan akan disesuaikan dengan minat dan perkembangan kognitif siswa. Sekolah lain di Kota Ambon pun mulai menjajaki kerja sama serupa. Hal ini menandakan bahwa gerakan literasi Ambon sedang bergerak dinamis. Dengan kolaborasi yang solid, bukan mustahil tingkat literasi anak-anak di Maluku akan jauh meningkat.
Lebih jauh, kegiatan ini membuktikan bahwa cara belajar yang menyenangkan mampu membuka pintu kecintaan pada dunia baca. Respons positif para siswa dan guru membuat panitia semakin termotivasi. Mereka meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi besar untuk menjadi pembaca ulung. Tugas orang dewasa adalah menyediakan buku yang tepat dan ruang untuk berkreasi. Itulah yang coba dihadirkan Relima lewat Cerdas Mengulas Buku kali ini.

Posting Komentar