×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

5 SPPG di Abdya Berhenti Sementara, Ribuan Siswa Tak Terima MBG

Lima SPPG di Abdya menghentikan operasional sementara akibat dana Banper BGN belum cair, sehingga ribuan siswa tidak menerima MBG.

Sebanyak lima Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu akibat belum cairnya dana bantuan pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Foto Ilustrasi

BLANGPIDIE - Penghentian layanan tersebut berdampak langsung pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dan posyandu. Akibatnya, ribuan siswa yang selama ini menjadi penerima manfaat program tidak memperoleh layanan makanan bergizi sebagaimana biasanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, lima SPPG yang menghentikan aktivitasnya berada di Gampong Pantai Perak, Geulumpang Payong, Keude Paya 1, Keude Paya 2, dan Lhueng Baroe.

Meski demikian, layanan MBG di Abdya tidak berhenti sepenuhnya. Dari total unit yang beroperasi, sebanyak 19 SPPG lainnya masih menjalankan kegiatan penyediaan makanan bergizi secara normal.

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Abdya, Raissa Ardilla, membenarkan adanya penghentian operasional sementara di lima SPPG tersebut. Menurutnya, kondisi itu terjadi sejak Senin (8/6/2026) akibat keterbatasan dana operasional yang tersedia pada rekening virtual masing-masing unit.

“Untuk saat ini ada lima SPPG yang berhenti beroperasi sementara dari total yang ada. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak Senin kemarin,” kata Raissa saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, pengelola SPPG telah melaporkan kondisi saldo Virtual Account (VA) yang mulai menipis kepada tim keuangan BGN sebagai dasar percepatan pencairan dana bantuan.

Menurut Raissa, pihaknya juga telah menginstruksikan setiap pengelola SPPG agar menyampaikan informasi tersebut kepada penanggung jawab sekolah maupun posyandu di wilayah layanan masing-masing guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pusat dan terus berkoordinasi secara intensif dengan BGN. Saat ini proses pencairan sedang berjalan,” ujarnya.

Raissa optimistis kendala tersebut hanya bersifat sementara. Ia berharap dana bantuan dapat segera masuk dalam pekan ini sehingga seluruh SPPG yang terdampak dapat kembali menjalankan operasional secara normal.

“Insyaallah semuanya sedang dalam proses pencairan. Mudah-mudahan minggu ini dana sudah masuk dan SPPG bisa kembali beroperasi seperti biasa,” pungkasnya.