×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Digembalakan di Kebun Sawit, Segini Harga Sapi Milik Peternak di Kuala Batee-Babahrot

Berat sapi yang dijual rata-rata mencapai 250 hingga 300 kilogram per ekor setelah mencapai usia potong sekitar 2,6 tahun.

Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ribuan ekor sapi Aceh tumbuh dan berkembang.

Peternak sapi di Abdya sanggup memasok daging sapi 15 - 20 ekor perbulan
Sapi di perkebunan sawit rakyat kawasan Kuala Batee. 

BLANGPIDIE - Berbeda dengan sistem peternakan intensif, sebagian besar peternak di wilayah tersebut memelihara sapi dengan cara digembalakan atau dilepas di areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Sistem ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan dinilai efektif karena sapi dapat memanfaatkan rumput serta tumbuhan alami yang tumbuh di sekitar perkebunan sebagai sumber pakan.

Salah seorang anggota kelompok peternak, Abu Bakar (66 tahun), mengatakan bahwa usaha ternak sapi bagi sebagian besar masyarakat bukanlah pekerjaan utama, melainkan usaha sampingan yang dijalankan bersamaan dengan aktivitas berkebun sawit.

"Kebanyakan peternak di sini adalah petani sawit. Sapi dipelihara sebagai tabungan sekaligus tambahan penghasilan keluarga. Karena digembalakan di kebun sawit, biaya pemeliharaan juga lebih ringan," ujar Abu Bakar.

Menurutnya, jenis ternak yang dipelihara masyarakat umumnya adalah Sapi Aceh yang dikenal mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Sapi-sapi tersebut dipelihara hingga mencapai usia siap potong, yakni sekitar 2,6 tahun ke atas.

Saat dipasarkan, harga sapi berkisar antara Rp11 juta hingga Rp13 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak. Adapun berat sapi yang dijual rata-rata mencapai 250 hingga 300 kilogram per ekor.

"Kami hanya menjual sapi yang sudah cukup umur dan layak dipotong. Jadi peternak tidak asal menjual ternaknya," kata Abu Bakar.

Ia menjelaskan, kelompok peternak di Kuala Batee dan Babahrot saat ini mampu memenuhi permintaan sekitar 15 hingga 20 ekor sapi setiap bulan. Namun, permintaan biasanya meningkat menjelang musim pesta pernikahan, kenduri masyarakat, serta tradisi Meugang menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Meski populasi sapi terus bertambah dan mencapai ribuan ekor, peternak berharap adanya dukungan pemerintah untuk memperkuat akses pemasaran dan penyerapan ternak lokal. Mereka menilai sapi hasil peternakan rakyat memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian warga pedesaan.

Dengan dukungan pasar yang lebih baik, para peternak optimistis sektor peternakan sapi rakyat di Kuala Batee dan Babahrot akan terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat. (HK)