Diikuti 123 Peserta dari Berbagai Gampong, MTQ Lembah Sabil Dibuka
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mematangkan persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke-38 tahun 2027 melalui pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Lembah Sabil Tahun 2026.
|
| Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Amrizal |
LEMBAH SABIL - Ajang yang diikuti 123 peserta dari berbagai gampong itu resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Amrizal, di Pesantren Modern Miftahussalam, Gampong Meunasah Tengah, Kecamatan Lembah Sabil, Senin (8/6/2026) malam.
Ratusan masyarakat, kafilah, tokoh agama, tokoh adat, serta unsur pimpinan daerah turut menghadiri pembukaan MTQ yang akan berlangsung hingga 11 Juni 2026 tersebut.
Dalam sambutannya, Amrizal menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Lembah Sabil, serta Pesantren Modern Miftahussalam yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya MTQ Tingkat Kecamatan Lembah Sabil. Kegiatan ini bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari syiar Islam yang memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama,” kata Amrizal.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta dan antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai unsur, mulai dari peserta, orang tua, tokoh agama hingga tokoh adat, mencerminkan kuatnya posisi Al-Qur’an dalam kehidupan sosial masyarakat Abdya.
Amrizal menegaskan, MTQ tingkat kecamatan tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana pembinaan dan penjaringan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama daerah.
Hal itu dinilai penting karena Abdya telah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Aceh ke-38 pada tahun 2027.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dipersiapkan secara serius. Pembinaan peserta MTQ tidak boleh dilakukan secara instan, tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses kaderisasi qari, qariah, hafiz, dan hafizah perlu dilakukan sejak dini melalui keluarga, meunasah, balai pengajian hingga tingkat kecamatan. Dengan pola pembinaan berjenjang, Abdya diharapkan mampu melahirkan peserta berkualitas dari daerah sendiri.
Amrizal menekankan bahwa target Abdya pada MTQ Aceh 2027 bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu bersaing dalam prestasi.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita harus membuktikan bahwa Aceh Barat Daya memiliki generasi Qurani yang berkualitas dan mampu bersaing dengan daerah lain di Aceh,” tegasnya.
Posting Komentar