Kongres VIII DEMA STIT Muhammadiyah Abdya Sukses Gelar Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Dan Senat Mahasiswa (SEMA) Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya), sukses menyelenggarakan Kongres VIII, Selasa (23/6/2026).
| Presidium sidang memimpin jalannya Kongres Lembaga Mahasiswa ke-VIII DEMA STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya yang digelar di salah satu ruang kampus, Senin, 22/9/2026. Dok Rasul Irwanda |
SUSOH - Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan kampus ini dihadiri oleh 25 peserta kongres dari perwakilan organisasi mahasiswa serta pengurus DEMA. Sidang dibuka dengan presidium sementara yang dipandu oleh Rasul Irwanda, Yusan Hidayat, dan Zahara.
Setelah pembacaan dan pengesahan ke lembaga mahasiswa, sidang dilanjutkan dengan penetapan presidium tetap yang terdiri dari Sadri Kairi, Zahara, dan Riski Ananda Putri.
Kongres VIII ini menjadi forum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa dengan agenda utama pemilihan kandidat Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2026–2027.
Kegiatan ini dengan Mengusung tema “Mewujudkan Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Demokratis, Progresif, dan Berintegritas”, kongres diikuti oleh perwakilan organisasi mahasiswa, pengurus DEMA, serta mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan DEMA periode sebelumnya, pemaparan visi dan misi oleh para kandidat, serta sesi tanya jawab.
Ketua DEMA, Rasul Irwanda, menegaskan, ‘Kongres DEMA bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum pembelajaran kepemimpinan yang sangat berharga bagi mahasiswa. Melalui proses yang demokratis, transparan, dan penuh tanggung jawab, kita berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang progresif, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kampus dan masyarakat
Ia menambahkan kepengurusan yang akan terpilih nantinya mampu menghadirkan program-program inovatif, memperkuat sinergi antarlembaga kemahasiswaan, serta menjadi mitra strategis universitas dalam mewujudkan kampus yang unggul dan berdampak.’
Kongres VIII ini diharapkan menjadi tonggak penguatan budaya organisasi mahasiswa yang sehat, demokratis, dan berorientasi pada kemajuan institusi serta pengabdian kepada masyarakat.
Posting Komentar