×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Menanti Strike di Ujung Senja, Keseruan Mancing di Pantai Tangan-Tangan Cut

Ketika musim hiu, para pemancing biasanya memilih malam hari karena peluang strike lebih besar.

Selain dikenal memiliki panorama pantai yang indah dan suasana senja yang menenangkan, kawasan pesisir Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, juga menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pemancing. 

Menanti Strike di Ujung Senja, Keseruan Mancing di Pantai Tangan-Tangan Cut
Para pemancing di pantai Tangan - Tangan cut. Foto: Hadi Karisman/ Abdya Times
Citizens Journalist

SETIA - Setiap sore, bibir pantai ini ramai dipadati warga yang menyalurkan hobi memancing sambil menikmati hembusan angin laut. Beragam jenis ikan kerap menjadi target para pemancing di lokasi tersebut. 

Di antaranya ikan jenis GT (Giant Trevally) atau ikan kuwe, dalam bahasa Aceh biasa disebut; merah mata, merah mata hitam, ikan Kap dan jenis ikan predator lainnya. Selain itu, berbagai jenis ikan karang juga sering berhasil didaratkan dari pinggiran pantai.

Menariknya, saat musim ikan hiu tiba, kawasan pantai ini juga menjadi tujuan para pemancing dari berbagai Gampong sekita Kecamatan Setia dan Kecamatan Tangan - Tangan . Mereka rela menghabiskan waktu hingga larut malam untuk merasakan sensasi tarikan ikan predator tersebut dari bibir pantai.

Berbagai teknik memancing digunakan para penghobi di lokasi ini. Mulai dari teknik sabiki (rawe), jigging, hingga menggunakan umpan hidup maupun umpan potong, yang disesuaikan dengan kondisi ombak, arus laut, serta musim ikan yang sedang berlangsung.

Salah seorang pemancing, Sayuti (37 Tahun), mengatakan bahwa daya tarik utama memancing di Pantai Tangan-Tangan Cut adalah peluang mendapatkan ikan berukuran besar dengan berbagai teknik pancing.

"Memancing di sini selalu punya sensasi tersendiri. Kita bisa menggunakan berbagai teknik sesuai kondisi laut. Yang paling seru tentu saat ikan sedang aktif atau istilah pemancingnya lagi gacor. Alhamdulillah, dalam kondisi seperti itu hasil tangkapan sering memuaskan dan kadang ada ikan-ikan besar yang memberikan perlawanan luar biasa," ujar Sayuti.

Ia menambahkan, waktu terbaik untuk memancing biasanya pada pagi hari setelah sholat Subuh dan sore hari setelah Asar. Sementara saat musim hiu tiba, aktivitas memancing lebih ramai dilakukan pada malam hari.

"Kalau pagi suasananya masih tenang dan udara sangat segar. Sore hari juga ramai karena banyak warga datang setelah beraktivitas. Sedangkan ketika musim hiu, para pemancing biasanya memilih malam hari karena peluang strike lebih besar," tambahnya.

Tidak hanya warga setempat, lokasi ini juga sering didatangi para pemancing dari gampong-gampong lain di sekitar Kecamatan Setia dan wilayah Aceh Barat Daya. Mereka datang untuk menikmati suasana pantai sekaligus menguji keberuntungan memburu ikan-ikan buruan yang terkenal memiliki tarikan kuat.

Dengan kombinasi keindahan pantai, suasana yang nyaman, serta potensi hasil tangkapan yang menjanjikan, Pantai Tangan-Tangan Cut kini menjadi salah satu destinasi favorit para penghobi mancing pinggiran di Aceh Barat Daya. 

Bagi sebagian warga, memancing di tempat ini bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana melepas penat dan mempererat silaturahmi sesama pemancing di kala senja. (HK)