Harga Tepung Terigu di Abdya Stabil, Pasokan Curah dan Kemasan Masih Aman
Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada periode 18 hingga 19 Juli 2026 menunjukkan tren yang cenderung datar, dengan mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga tepung terigu baik dalam kemasan maupun curah tercatat stagnan, mencerminkan kondisi pasokan yang relatif terjaga di tengah aktivitas pasar yang normal.
|
| Ilustrasi harga tepung di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Harga tepung terigu kemasan masih bertahan di angka Rp15.000 per kilogram, sementara varian curah tetap dipatok Rp10.000 per kilogram. Stabilitas harga ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, khususnya para pedagang gorengan dan industri rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas tersebut sebagai bahan baku utama.
Dalam daftar harga sembako hari ini, tidak hanya tepung yang menunjukkan ketenangan. Komoditas strategis lain seperti beras premium dan beras medium juga tercatat tidak bergerak, masing-masing di harga Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Kondisi ini mengindikasikan bahwa distribusi pangan di wilayah setempat berlangsung tanpa gejolak berarti selama akhir pekan.
Meski secara umum harga stabil, beberapa komoditas bumbu dapur masih bertengger di level tinggi. Cabai merah keriting misalnya, masih dijual dengan harga Rp55.000 per kilogram, sementara bawang putih bonggol mencapai Rp45.000 per kilogram. Angka tersebut tentu masih membebani daya beli masyarakat yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan pelengkap masakan.
Sementara itu, protein hewani seperti daging ayam ras dan telur ayam ras juga tidak menunjukkan perubahan harga. Daging ayam ras dibanderol Rp37.500 per kilogram dan telur ayam ras di angka Rp26.667 per kilogram, yang menandakan bahwa permintaan terhadap bahan pangan ini masih seimbang dengan ketersediaan di pasaran.
Dari sisi minyak goreng, harga minyak goreng kemasan premium tercatat Rp25.000 per liter, sedangkan minyak curah lebih murah di angka Rp18.000 per liter. Khusus untuk Minyakita yang merupakan program subsidi pemerintah, harganya masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp20.000 per liter, menunjukkan efektivitas distribusi barang bersubsidi di Abdya.
Stabilitas harga yang terjadi secara serempak di hampir seluruh komoditas ini patut diapresiasi, namun juga perlu diwaspadai sebagai potensi tekanan inflasi yang tertahan. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai pasok agar tren positif ini tidak berubah menjadi lonjakan harga mendadak akibat gangguan distribusi atau cuaca ekstrem.
Posting Komentar