×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Justin Gaethje Kejutkan Dunia, Hentikan Rekor Tak Terkalahkan Ilia Topuria

Sejarah besar baru saja tercipta di panggung olahraga tarung bebas dunia. Petarung veteran asal Amerika Serikat, Justin Gaethje, yang berusia 38 tahun, baru saja merebut sabuk juara kelas ringan UFC setelah menang Technical Knockout (TKO) atas Ilia Topuria.

Justin Gaethje Kejutkan Dunia, Hentikan Rekor Tak Teralahkan Ilia Topuria
Photo: Juara Baru UFC kelas ringan Justin Gaethje

WASHINGTON, DC - ​Pertarungan sengit yang menjadi partai utama di Gedung Putih, Washington DC. Minggu malam waktu setempat atau Senin siang (15/6/2026).

Pertarungan berdarah dan bersejarah ini ditonton langsung oleh Presiden AS Donald Trump yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-80.

​Kemenangan dramatis Gaethje ini sekaligus menjadi puncak dari perseteruan panas yang melibatkan kedua petarung ini selama beberapa minggu terakhir.

​Saling lempar psywar di media sosial dan sesi wawancara terus memuncak sebelum laga.

Topuria, yang naik ke kelas ringan dengan rekor mentereng 17-0 tanpa kekalahan, berkali-kali meremehkan Gaethje. Topuria bahkan sangat yakin dengan kemampuan tinjunya. Dan katanya lagi sang veteran Gaethje hanya akan mengandalkan gulat dan low-kick.

​Sesuai janjinya, Ilia Topuria langsung tampil menekan sejak ronde pertama dimulai. Mengandalkan kombinasi pukulan yang cepat dan akurat, Topuria sempat membuat Gaethje kewalahan. Bahkan pada ronde kedua, Topuria benar-benar mendominasi jalannya laga lewat pertarungan bawah (ground fighting) dan serangan ke arah tubuh (body shots) yang membuat Gaethje sempat terjatuh dan nyaris terkunci.

​Namun, mentalitas Gaethje berbicara di ronde ketiga. Memanfaatkan kelelahan stamina Topuria yang mulai melambat, Gaethje membalikkan keadaan lewat duel berdiri. Gaya bertarung yang sangat dikuasai Topuria sebenarnya. Sebuah pukulan keras mendarat telak di wajah Topuria, membuatnya tersungkur dan berhasil bikin wajahnya berlumuran darah.

​Memasuki ronde keempat, dominasi Gaethje semakin tidak terbendung. Dengan kombinasi striking jarak jauh yang brutal ke arah kepala, Gaethje terus menghujani Topuria dengan pukulan.

​Melihat kerusakan parah di area mata dan kondisi fisik Topuria yang sudah tidak mampu memberikan perlawanan, tim sudut (corner) Topuria mengambil keputusan yang berat tepat di akhir ronde keempat. Mereka memilih menyerah dan menghentikan pertandingan demi keselamatan petarungnya. Wasit pun meresmikan kemenangan TKO bagi Justin Gaethje.

Berarti betullah apa yang pernah disampaika Khabib tentang Gaethje.

"Tidak ada yang memukulku lebih keras daripada Justin Gaethje. Pukulannya seperti tertabrak truk." Walaupun pada saat pertandingan terakhir mereka, Khabib berhasil membuat Gaethje mengalami "mimpi indah". Khabib sudah lama pensiun, dan sekarang nampaknya adalah era baru dan Raja baru kelas ringan itu bernama: Justin Gaethje. Dan mimpi Topuria ingin menantang Islam Makhacev, teman Khabib, terasa makin jauh.