×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

×
Belum ada interaksi terbaru.
Kolom Reporter Warga

Mahota Buku: Gerakan Literasi Kreatif di Pantai Jilbab Susoh

Mahota Buku dikemas secara kreatif untuk mematahkan stigma bahwa membaca buku adalah aktivitas yang membosankan.

Komunitas Sigupai Mambaco berkolaborasi dengan Muda Literasi sukses menggelar acara bertajuk 'Mahota Buku' di Pantai Jilbab, Susoh, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca dan semangat literasi dengan cara yang menarik dan interaktif. 


Mahota Buku: Gerakan Literasi Kreatif di Pantai Jilbab Susoh
Komunitas Sigupai Mambaco dan Muda Literasi tetap melanjutkan kegiatan membaca bersama di  Mesjid Pusaka Susoh. Kegiatan yang semula di Pantai Jilbab ini di sela kegiatan dipindahkan karena hujan. Meski cuaca tak mendukung, semangat literasi para peserta tidak surut. Foto Maulia Rahman/Abdya,Times.

SUSOH -  Kegiatan yang dihadiri oleh pegiat literasi, yang tergabung dalam lintas Literasi Abdya ini menjadi ruang temu bagi para pecinta buku untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman membaca.

Mahota Buku dikemas secara kreatif untuk mematahkan stigma bahwa membaca buku adalah aktivitas yang membosankan. Sepanjang acara, peserta tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi bersama penulis lokal, berbagi cerita, dan menciptakan karya. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam setiap sesi yang diselenggarakan.

Awir, Programmer Buku Keliling Sigupai Mambaco, menyatakan bahwa Mahota Buku adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan pembaca dalam menemukan ruang baru untuk berbagi dan berdiskusi. "Kami berharap budaya baca tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga budaya dialektika warga kota," ujarnya. 

Cut Hafizah, Co-Founder Muda Literasi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca. "Lewat Mahota Buku, kami tidak hanya mengajak baca, tetapi juga menciptakan ruang diskusi, ruang karya, dan ruang temu untuk melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan literat," tegasnya.

Acara ditutup dengan dokumentasi bersama, dan kedua komunitas berkomitmen untuk menjadikan Mahota Buku sebagai agenda rutin bulanan. Mereka berharap dapat membudayakan literasi di Kabupaten Aceh Barat Daya.