Peternakan Sapi di Kuala Batee dan Babahrot Berkembang Pesat, Tapi Pemasaran Jadi Kendala
Di tengah berbagai tantangan sektor peternakan, kelompok ternak sapi di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, justru menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.
| Sapi milik salah safu kelompok ternak di kawasan Kuala Batee. Foto: Hadi Karisman |
BLANGPIDIE - Puluhan kelompok ternak yang tersebar di dua kecamatan tersebut kini mengelola ribuan ekor sapi dengan sistem pemeliharaan yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit.
Hamparan kebun sawit yang luas dimanfaatkan sebagai lokasi penggembalaan ternak. Selain menekan biaya pemeliharaan, sistem ini juga memudahkan peternak dalam menyediakan pakan alami bagi sapi-sapi mereka.
Hasilnya, populasi ternak terus bertambah dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat pedesaan.
Salah seorang peternak, Abdullah (60 tahun), mengatakan bahwa perkembangan populasi sapi di wilayah Kuala Batee dan Babahrot merupakan bukti keseriusan masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan.
Namun di balik keberhasilan tersebut, para peternak masih menghadapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan, yakni pemasaran hasil ternak.
"Jumlah sapi terus bertambah, kelompok ternak juga semakin banyak. Tetapi peternak masih kesulitan mendapatkan pasar yang mampu menyerap hasil ternak secara maksimal," kata Abdullah.
Menurutnya, keberadaan ribuan ekor sapi yang dikelola masyarakat seharusnya dapat menjadi kekuatan besar dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di Aceh. Sayangnya, hingga saat ini pemanfaatan potensi tersebut dinilai belum berjalan optimal.
Para peternak berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata dengan menjadikan sapi lokal sebagai bagian penting dalam rantai pasok kebutuhan daging masyarakat.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, sapi dari kelompok ternak juga diharapkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai program pengadaan ternak maupun kebutuhan lainnya yang membutuhkan pasokan sapi dalam jumlah besar.
Abdullah menilai bahwa jika pemasaran dapat diperkuat dan penyerapan hasil ternak lebih terjamin, maka peternak akan semakin bersemangat meningkatkan populasi ternak.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Kami tidak meminta banyak. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian pasar. Kalau pasar terbuka dan kebutuhan daging bisa dipasok dari peternak lokal, tentu peternak akan semakin berkembang dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh," ujarnya.
Dengan jumlah kelompok ternak yang mencapai puluhan dan populasi sapi yang telah menembus ribuan ekor, Kuala Batee dan Babahrot kini menjadi salah satu kawasan peternakan rakyat yang memiliki potensi besar di Aceh Barat Daya.
Para peternak berharap potensi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mendapat perhatian serius agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.(HK)
Posting Komentar