×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Produksi Pisang di Barsela Aceh Menurun, Pedagang Datangkan Pasokan dari Nias

Pisang yang dipasok dari Nias terdiri dari beberapa jenis yang cukup diminati masyarakat, yakni pisang hawa (pisang wak), pisang kepok dan barangan.

Kebutuhan pisang di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh terus meningkat, sementara produksi lokal mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat para pedagang harus mendatangkan pasokan pisang dari Pulau Nias, Sumatera Utara, untuk memenuhi permintaan pasar.

Produksi Pisang di Barsela Aceh Menurun, Pedagang Datangkan Pasokan dari Nias
Foto Rustawija (35 tahun) pemasok pisang dari pulau Nias sedang menurunkan pisang di pasar rakyat Meulaboh

BLANGPIDIE - Agen pisang, Rustawija (35) yang akrab disapa Rusta, mengatakan bahwa pasokan pisang dari petani lokal tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Barsela.

"Sudah beberapa tahun terakhir produksi pisang di wilayah Barsela berkurang. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, kami harus mendatangkan pasokan dari Nias," kata Rusta saat ditemui di pasar Meulaboh.

Menurutnya, pisang yang dipasok dari Nias terdiri dari beberapa jenis yang cukup diminati masyarakat, yakni pisang hawa (pisang wak), pisang kepok (pisang abe), dan pisang barangan (pisang ayam).

Pasokan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar rakyat, seperti Pasar Rakyat Meulaboh, Pasar Rakyat Nagan Raya, dan Pasar Blangpidie.

Dalam satu kali pengiriman, satu armada angkutan mampu membawa sekitar 700 hingga 800 tandan pisang. Sementara kebutuhan pasar di wilayah Barsela dalam satu minggu mencapai ribuan tandan, sehingga pasokan dari luar daerah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Salah seorang pedagang eceran, Mawarni (52) atau yang akrab disapa Kak Ni, mengaku permintaan masyarakat terhadap pisang relatif stabil bahkan cenderung tinggi sepanjang tahun.

"Permintaan pisang dari masyarakat cukup besar. Hampir setiap hari pisang selalu dicari pembeli, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner dan juga untuk bahan baku pisang sale khas Aceh," ujarnya.

Para pedagang berharap produksi pisang lokal di wilayah Barat Selatan Aceh dapat kembali meningkat melalui dukungan pemerintah dan penguatan sektor pertanian. Dengan demikian, kebutuhan pasar dapat dipenuhi oleh hasil produksi daerah sendiri sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Selain menjadi salah satu buah favorit masyarakat, pisang juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak pedagang serta petani di wilayah Aceh.(HK)