Harga Beras di Abdya Stagnan, Cabai dan Ikan Mulai Merangkak Naik
Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Selasa (14/7) menunjukkan pergerakan yang beragam, di mana harga beras sebagai komoditas utama terpantau stabil sementara sejumlah bahan pangan lain mulai menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data resmi dari GPR Aceh, harga beras premium masih bertahan di angka Rp16.500 per kilogram, sama seperti harga beras medium yang tetap di level Rp14.000 per kilogram jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
|
| Ilustrasi harga beras di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Untuk kategori beras program pemerintah, harga beras SPHP tercatat tidak bergerak di posisi Rp13.000 per kilogram, sementara beras medium non SPHP masih dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram. Kondisi ini membuat daftar harga sembako hari ini untuk komoditas beras relatif tenang, sehingga masyarakat masih bisa memperkirakan pengeluaran untuk harga beras 5kg maupun harga beras 10 kg di pasaran tanpa perubahan yang mendadak.
Meski harga beras hari ini cenderung datar, dinamika justru terjadi pada komoditas cabai yang mencatatkan kenaikan cukup signifikan. Cabai merah keriting naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram dalam sehari terakhir.
Kenaikan serupa juga terjadi pada sektor perikanan, di mana harga ikan kembung dan ikan tongkol sama-sama naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Kenaikan dua komoditas ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi warga Abdya yang biasa mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama sehari-hari.
Sementara itu, harga beras 1kg di warung untuk semua varian masih menunjukkan stabilitas, mengingat pasokan dari distributor dinilai masih lancar. Komoditas lain seperti daging sapi murni masih bertahan di Rp170.000 per kilogram, daging ayam ras di Rp37.500 per kilogram, dan telur ayam ras di Rp26.667 per kilogram tanpa perubahan harga.
Bawang merah dan bawang putih bonggol masing-masing tercatat stabil di harga Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram, sedangkan gula konsumsi serta minyak goreng kemasan tidak mengalami pergerakan harga. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Abdya saat ini lebih banyak berasal dari kelompok bumbu dapur dan lauk pauk.
Dengan pola pergerakan harga yang masih terkendali di sektor beras, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi kenaikan lanjutan pada komoditas cabai dan ikan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait diimbau untuk terus memantau rantai distribusi guna mengantisipasi gejolak harga yang bisa mengganggu daya beli warga.
Posting Komentar