check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Cabai di Abdya Stagnan, Cabai Rawit Merah Paling Pedas di Kantong

Pergerakan harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada akhir pekan ini menunjukkan pola yang cenderung datar, namun komoditas cabai rawit merah masih menjadi beban tersendiri bagi ibu rumah tangga. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang dirilis untuk periode 17 hingga 18 Juli 2026, harga cabai rawit merah tercatat melesat hingga Rp80.000 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan nilai jual tertinggi di pasar tradisional Abdya.

Dinamika Harga Cabai di Abdya
Ilustrasi harga cabai di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Untuk harga cabai merah hari ini, varietas cabai merah keriting dan cabai merah besar justru menunjukkan stabilitas yang kontras. Data harga cabai mencatat bahwa cabai merah keriting masih bertahan di angka Rp55.000 per kilogram, sementara cabai merah besar dipatok seharga Rp35.000 per kilogram tanpa perubahan signifikan sejak hari sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi pada kelompok bumbu dapur lebih banyak disumbang oleh fluktuasi pasokan cabai rawit yang kerap sensitif terhadap cuaca.

Jika ditelisik lebih dalam, harga cabai rawit hari ini yang mencapai Rp80.000 per kilogram tidak memiliki data pembanding pada tanggal 18 Juli, sehingga pergerakannya sulit diukur secara harian. Namun, nominal tersebut jelas jauh lebih tinggi dibandingkan harga cabai rawit 1kg hari ini untuk jenis lainnya, menjadikannya primadona yang justru membuat pedagang waspada terhadap potensi penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu, komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih bonggol tercatat stabil di angka Rp28.000 dan Rp45.000 per kilogram.

Di luar kelompok cabai, dinamika harga bahan pokok lainnya di Abdya terpantau tanpa gejolak berarti. Daging sapi murni masih kokoh di harga Rp170.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing berada di level Rp37.500 dan Rp26.667 per kilogram. Stabilitas ini menjadi angin segar bagi konsumen, meskipun lonjakan harga cabai rawit tetap menjadi perhatian utama dalam belanja harian.

Sektor minyak goreng juga menunjukkan konsistensi, dengan minyak goreng kemasan dijual seharga Rp25.000 per liter dan minyak goreng curah di angka Rp18.000 per liter. Begitu pula dengan gula konsumsi yang bertahan di Rp20.000 per kilogram serta tepung terigu curah yang masih menjadi pilihan ekonomis seharga Rp10.000 per kilogram. Data ini memperkuat gambaran bahwa tekanan harga saat ini lebih bersifat spesifik pada komoditas hortikultura tertentu.

Dari sisi beras, harga beras premium dan beras medium masing-masing tercatat Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram, sementara beras SPHP yang disubsidi pemerintah masih dijual Rp13.000 per kilogram. Tidak ada perubahan harga pada komoditas ini, menandakan pasokan beras di Abdya masih dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh faktor musiman. Pantauan harga yang merujuk pada pembaruan data resmi GPR Aceh ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan.

Secara keseluruhan, harga cabai di Aceh hari ini menunjukkan bahwa cabai rawit merah masih menjadi komoditas paling fluktuatif dan perlu diwaspadai. Dengan disparitas harga yang cukup lebar antara cabai rawit dan cabai merah besar, konsumen di Abdya cenderung beralih ke jenis cabai yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran dapur. Pemerintah setempat diharapkan dapat mengoptimalkan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang periode puncak konsumsi rumah tangga.