check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Telur Ayam Ras di Abdya Bertahan Stabil, Cabai Rawit Masih Jadi Beban

Harga telur ayam ras di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpantau tidak bergerak pada hari ini, Selasa (14/7/2026), dengan posisi masih berada di angka Rp26.667 per kilogram berdasarkan data resmi GPR Aceh. Angka tersebut menunjukkan tidak ada perubahan signifikan jika dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya, Senin (13/7/2026), sehingga harga telur hari ini masih berada dalam tren yang cenderung datar.

Dinamika Harga Telur di Abdya
Ilustrasi harga telur di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Pantauan terhadap harga telur 1 kg hari ini mengonfirmasi bahwa komoditas protein hewani tersebut belum mengalami tekanan kenaikan di tengah fluktuasi harga bahan pokok lainnya. Stabilitas ini tentu menjadi kabar baik bagi ibu rumah tangga di Abdya yang menjadikan telur sebagai sumber protein utama yang terjangkau.

Meski harga telur ayam ras stagnan, pergerakan harga justru terlihat pada komoditas bumbu dapur yang masih membebani kantong konsumen. Cabai rawit merah misalnya, masih bertengger di level Rp65.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting tercatat di harga Rp55.000 per kilogram, menjadikannya salah satu penyumbang inflasi bahan pangan tertinggi di wilayah tersebut.

Di sisi lain, harga daging ayam ras terpantau sebesar Rp37.500 per kilogram, sedangkan daging sapi murni masih kokoh di angka Rp170.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan protein hewani masyarakat Abdya masih dapat dipenuhi dengan harga yang relatif stabil, terutama melalui konsumsi telur dan daging ayam.

Komoditas beras di Abdya juga menunjukkan variasi harga yang cukup jelas. Beras premium dibanderol Rp16.500 per kilogram, beras medium Rp14.000 per kilogram, dan beras SPHP yang merupakan program pemerintah dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram. Perbedaan harga ini memberikan opsi bagi masyarakat untuk menyesuaikan daya beli sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, minyak goreng kemasan premium tercatat seharga Rp25.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah dan Minyakita masing-masing berada di angka Rp18.000 dan Rp20.000 per liter. Stabilitas harga minyak goreng ini turut membantu menekan potensi lonjakan biaya produksi rumah tangga, terutama bagi pelaku usaha mikro di sektor kuliner.

Secara keseluruhan, dinamika harga sembako di Abdya pada hari ini masih didominasi oleh tren stagnan pada komoditas utama seperti telur dan beras, namun tetap dibayangi oleh harga cabai yang tinggi. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai distribusi agar gejolak harga pada komoditas tertentu tidak semakin memperberat daya beli masyarakat.