Harga Telur Ayam Ras di Abdya Bertahan Stabil, Cabai Rawit Masih Menekan
Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada pertengahan pekan ini menunjukkan pola yang beragam, dengan harga telur ayam ras tercatat tidak mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan data pantauan resmi GPR Aceh yang diperbarui untuk periode 14 hingga 15 Juli 2026, harga telur hari ini masih berada di angka Rp26.667 per kilogram, sama dengan posisi hari sebelumnya.
|
| Ilustrasi harga telur di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Stabilitas harga telur 1 kg hari ini menjadi kabar positif di tengah gejolak harga beberapa komoditas bumbu dapur yang masih tinggi. Meskipun data tidak menunjukkan fluktuasi harian, angka tersebut tetap menjadi perhatian karena berada di level yang relatif terjangkau dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging ayam ras yang dibanderol Rp37.500 per kilogram atau daging sapi murni yang mencapai Rp170.000 per kilogram.
Di sisi lain, tekanan harga justru datang dari kelompok cabai yang masih membebani daya beli masyarakat. Cabai rawit merah tercatat di level Rp80.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting menyentuh angka Rp55.000 per kilogram, menjadikannya komoditas dengan lonjakan paling tajam di antara sembako lainnya.
Komoditas pangan strategis lainnya seperti beras premium masih bertahan di harga Rp16.500 per kilogram, sedangkan beras medium dijual sebesar Rp14.000 per kilogram. Stabilitas harga beras ini diharapkan mampu menahan laju inflasi di tingkat rumah tangga, terutama karena beras menjadi komponen utama pengeluaran pangan warga Abdya.
Sementara itu, harga bawang putih bonggol tercatat cukup tinggi di angka Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang merah masih bertahan di Rp28.000 per kilogram. Kondisi ini membuat ibu rumah tangga harus lebih cermat dalam mengatur belanja harian, terutama untuk kebutuhan lauk dan bumbu masak.
Dari sektor minyak goreng, harga minyak goreng kemasan premium berada di Rp25.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp18.000 per kilogram. Minyakita yang menjadi andalan subsidi pemerintah juga masih stabil di angka Rp20.000 per liter, memberikan sedikit ruang bernapas bagi konsumen.
Ketersediaan protein hewani lainnya juga patut dicermati, dengan harga ikan kembung dan ikan tongkol yang sama-sama dipatok Rp40.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan bahwa sumber protein laut masih kompetitif dibandingkan daging ayam, meskipun masih lebih mahal dari harga telur ayam ras yang menjadi primadona protein murah.
Secara keseluruhan, data GPR Aceh mengindikasikan bahwa tekanan harga sembako di Abdya masih bersifat selektif, dengan cabai menjadi biang kerok utama. Pemerintah daerah diimbau untuk terus memantau rantai distribusi komoditas pemicu inflasi agar stabilitas harga telur dan bahan pokok lainnya dapat terus terjaga.
Posting Komentar