check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Tepung Terigu di Abdya Stagnan, Curah dan Kemasan Masih Terjangkau

Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Rabu, 15 Juli 2026, menunjukkan tren yang cukup stabil dengan catatan khusus pada komoditas tepung terigu. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga tepung terigu kemasan tercatat di angka Rp15.000 per kilogram, sementara tepung terigu curah dibanderol Rp10.000 per kilogram, tanpa perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Stabilitas harga kedua varian tepung ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang menjadikan tepung sebagai bahan baku utama, seperti pembuat kue dan mi basah.

Dinamika Harga Tepung di Abdya
Ilustrasi harga tepung di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Dalam daftar harga sembako hari ini, perbedaan harga antara tepung terigu curah dan kemasan mencapai Rp5.000 per kilogram. Selisih ini cukup lebar dan mencerminkan preferensi konsumen di Abdya yang cenderung memilih tepung curah untuk kebutuhan produksi skala besar, sementara tepung kemasan lebih diminati untuk konsumsi rumah tangga yang mengutamakan kepraktisan. Tidak adanya fluktuasi pada komoditas ini mengindikasikan pasokan yang lancar dari distributor ke pasar-pasar tradisional di wilayah setempat.

Meski harga tepung terigu terpantau datar, dinamika justru terlihat pada komoditas lain yang cukup fluktuatif. Cabai rawit merah masih menjadi primadona dengan harga termahal di antara bumbu dapur, yakni Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting bertengger di Rp55.000 per kilogram. Lonjakan harga cabai ini tentu membayangi anggaran belanja warga, terutama menjelang akhir pekan ketika permintaan cenderung meningkat.

Sementara itu, harga daging sapi murni tercatat sangat tinggi di angka Rp170.000 per kilogram, menjadikannya komoditas protein hewani termahal di Abdya. Sebagai perbandingan, daging ayam ras dibanderol Rp37.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp26.667 per kilogram, yang relatif lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Pola konsumsi warga pun mulai bergeser ke sumber protein yang lebih ekonomis, seperti ikan kembung dan ikan tongkol yang sama-sama dihargai Rp40.000 per kilogram.

Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng kemasan premium masih bertahan di Rp25.000 per liter, sementara minyak goreng curah dijual Rp18.000 per liter dan Minyakita Rp20.000 per liter. Kesenjangan harga ini menunjukkan bahwa segmen pasar masih terbelah antara konsumen yang mengutamakan kualitas kemasan dan mereka yang mencari harga paling murah. Data GPR Aceh juga mencatat gula konsumsi stabil di Rp20.000 per kilogram, sama dengan harga garam konsumsi yang hanya Rp10.000 per kilogram.

Secara keseluruhan, indeks harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya pada periode 14-15 Juli 2026 tidak menunjukkan gejolak ekstrem. Stabilitas harga tepung terigu menjadi penopang utama bagi sektor industri rumah tangga, meskipun tekanan inflasi masih terasa pada komoditas cabai dan daging sapi. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada usaha mikro berbasis tepung.