Luis de la Fuente Tegaskan Spanyol Tak Terbebani Status Favorit Jelang Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa status sebagai tim favorit tidak memiliki arti apa pun menjelang laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 melawan Prancis. Baginya, yang terpenting adalah kesiapan tim untuk memberikan penampilan terbaik demi membawa La Roja melangkah ke partai final.
![]() |
| Ilustrasi Pelatih Spanyol De La Fuente /abdyatimes |
TEXAS — Dalam konferensi pers resmi di laman youtube FIFA menjelang pertandingan, De la Fuente menilai duel melawan Prancis akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia yang sama-sama memiliki kualitas luar biasa.
"Bagi saya, status favorit tidak berarti apa-apa. Yang penting adalah tanggung jawab kami kepada negara, kepada para pemain, dan kepada tim ini," ujar De la Fuente, senin (13/7/2026).
Pelatih berusia 65 tahun itu menolak terjebak dalam perdebatan mengenai siapa yang lebih diunggulkan. Menurutnya, pertandingan semifinal akan ditentukan oleh performa di lapangan, bukan oleh prediksi maupun opini publik.
De la Fuente mengakui kualitas skuad Prancis yang dihuni banyak pemain kelas dunia. Namun, ia juga percaya Spanyol memiliki sumber daya yang tidak kalah mumpuni untuk bersaing di level tertinggi.
Menurutnya, pertandingan akan bergantung pada tim mana yang mampu memaksakan karakter permainannya sejak menit pertama.
"Prancis memiliki pemain-pemain dengan dimensi sepak bola yang luar biasa, tetapi kami juga memiliki kualitas yang sama. Pada akhirnya, pertandingan akan ditentukan oleh siapa yang berhasil menjalankan rencana permainan mereka dengan lebih baik," katanya.
Salah satu perhatian utama De la Fuente adalah kemampuan Prancis dalam melancarkan transisi menyerang. Ia menyebut Les Bleus sebagai salah satu tim paling berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik.
Karena itu, Spanyol harus tampil disiplin agar tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk memanfaatkan situasi tersebut.
"Kami harus mampu mengurangi kekuatan mereka, terutama dalam transisi. Di saat yang sama, kami ingin tetap menguasai permainan dan mempertahankan identitas sepak bola Spanyol," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, De la Fuente juga berbicara mengenai wonderkid Spanyol, Lamine Yamal, yang menjadi salah satu sorotan sepanjang turnamen.
Sang pelatih meminta pemain muda Barcelona tersebut untuk tetap menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani ekspektasi besar.
"Saya ingin Lamine tetap tenang dan menikmati sepak bola. Tidak perlu merasa cemas karena saya yakin momen terbaiknya di turnamen ini akan datang," ungkap De la Fuente.
Menjelang laga penentuan menuju final, De la Fuente menegaskan bahwa seluruh skuad memahami besarnya tantangan yang menanti. Ia bahkan mengutip filsafat Julius Caesar untuk menggambarkan perjalanan sebuah tim menuju kesuksesan.
"Tidak ada pencapaian besar tanpa penderitaan," katanya.
Menurutnya, setiap pemain siap mengorbankan seluruh kemampuan mereka demi membawa Spanyol kembali tampil di final Piala Dunia.
Semifinal antara Spanyol dan Prancis diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di Piala Dunia FIFA 2026. Kedua tim datang dengan materi pemain bertabur bintang serta ambisi besar untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak. Bagi De la Fuente, siapa pun yang mampu mempertahankan identitas permainan dan menunjukkan mental terbaik selama 90 menit akan memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke final.

Posting Komentar