check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Mahasiswi UTU Nur Hazizah Harumkan Indonesia di Ajang Internasional Malaysia-Singapura

Nama Nur Hazizah, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU), kini menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa Indonesia.

Mahasiswi UTU Nur Hazizah Harumkan Indonesia di Ajang Internasional Malaysia-Singapura
Nur Hazizah Mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh. Foto ist

MEULABOH — Melalui dedikasi, kerja keras, dan inovasi, ia berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih Bronze Medal pada ajang The 4th International Youth Conference (IYC) 2026 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura pada 27–28 Juni 2026.

The 4th IYC merupakan forum internasional yang diselenggarakan oleh Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bekerja sama dengan Asia Pacific Student Association dan Nanyang Technological University.

Kegiatan ini mempertemukan sekitar 150 delegasi muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan dan solusi atas berbagai tantangan global melalui inovasi di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kompetisi tersebut, Nur Hazizah mempersembahkan karya ilmiah bertema pengolahan sampah menjadi sabun ramah lingkungan, sebuah inovasi yang menggabungkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan peningkatan kesehatan masyarakat.

Di tengah persaingan ketat dengan peserta dari berbagai negara, inovasi tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri hingga mengantarkannya meraih medali perunggu.

Atas keberhasilan tersebut, Nur Hazizah mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.

"Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih penghargaan ini di tengah persaingan ketat dengan ratusan peserta dari berbagai negara," ujar Nur Hazizah.

Ia juga menyampaikan bahwa prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui inovasi yang sederhana namun berdampak.

Sebelumnya, saat terpilih menjadi delegasi Indonesia, Nur Hazizah juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam forum internasional bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga membawa nama baik Indonesia dan membanggakan kedua orang tuanya.

Baginya, konferensi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dan menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan global.

Keberhasilan Nur Hazizah membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat dunia.

Prestasi ini menjadi pesan kuat bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil peluang, serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi.

Kisah Nur Hazizah diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia agar tidak ragu mengikuti kompetisi ilmiah, konferensi internasional, maupun berbagai program pengembangan diri.

Sebab, setiap karya yang lahir dari kampus bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat mengharumkan nama perguruan tinggi, daerah, dan Indonesia di mata dunia.(HK)