Thomas Tuchel Hormati Argentina, tetapi Yakin Inggris Siap Rebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan skuadnya datang dengan kepercayaan diri tinggi jelang laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi Argentina. Dalam konferensi pers resmi FIFA sehari sebelum pertandingan, pelatih asal Jerman itu menilai duel kedua negara akan berlangsung sengit karena sejarah panjang rivalitas yang dimiliki keduanya.
![]() |
| Ilustrasi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel /abdyatimes |
NEW JERSEY — Tuchel menegaskan bahwa timnya tidak ingin larut dalam narasi rivalitas klasik Inggris kontra Argentina. Menurutnya, fokus utama adalah menjalankan rencana permainan yang telah dipersiapkan selama beberapa hari terakhir.
"Kami harus tetap fokus pada permainan kami. Ini pertandingan besar dan kami datang dengan ambisi untuk menang," ujar Tuchel (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Tuchel mengonfirmasi mayoritas pemain berada dalam kondisi siap tampil. Satu-satunya pemain yang dipastikan tidak tersedia adalah Jordan Henderson, yang harus menjalani hukuman larangan bermain.
Di luar absennya Henderson, Tuchel menyebut seluruh anggota skuad berada dalam kondisi bugar dan siap memberikan kontribusi apabila dibutuhkan sepanjang pertandingan.
Pelatih berusia 52 tahun itu memberikan pujian kepada Argentina sebagai juara bertahan yang memiliki kualitas luar biasa. Ia secara khusus menyoroti Lionel Messi, yang dinilainya masih menjadi sosok sentral dalam permainan Albiceleste.
Meski demikian, Tuchel menegaskan tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan.
"Argentina adalah tim yang sangat kuat dan mereka memiliki Messi. Tetapi di sepak bola, setiap tim bisa dikalahkan apabila kami mampu memainkan permainan terbaik."
Saat ditanya mengenai sejarah panjang pertemuan Inggris dan Argentina, Tuchel mengakui laga tersebut memiliki makna emosional yang besar bagi kedua negara.
Ia menyebut pertandingan nanti akan berlangsung dengan intensitas tinggi, disertai perubahan momentum yang cepat sepanjang 90 menit.
"Saya memperkirakan pertandingan akan dipenuhi perubahan momentum. Ini adalah rivalitas besar antara dua negara dengan sejarah panjang dan banyak pertandingan hebat."
Meski demikian, ia berharap pertandingan tetap berjalan dalam semangat sportivitas dan ditentukan oleh kualitas permainan di atas lapangan.
Tuchel juga mengungkapkan bahwa tim pelatih telah mengevaluasi penampilan Inggris pada laga sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan tempo serangan, menjaga akurasi teknik, serta memaksimalkan kontribusi pemain dari bangku cadangan.
Menurutnya, fleksibilitas taktik akan menjadi faktor penting menghadapi Argentina yang dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.
Selain aspek teknis, Tuchel menilai kekuatan terbesar timnya saat ini adalah kebersamaan di dalam skuad. Ia beberapa kali menyinggung pentingnya semangat brotherhood yang telah dibangun sejak awal turnamen.
Pelatih yang pernah menangani Chelsea dan Bayern München itu percaya kekompakan menjadi fondasi utama agar Inggris mampu mengatasi tekanan di laga sebesar semifinal Piala Dunia.
Dengan persiapan yang matang, kondisi skuad yang hampir sepenuhnya fit, serta rasa hormat kepada kualitas Argentina, Inggris optimistis mampu menghentikan langkah sang juara bertahan dan mengamankan tiket menuju final Piala Dunia FIFA 2026.

Posting Komentar