Dana Multiyears Mengalir, PBSI Janji Cetak Generasi Juara
Pemerintah berencana mengucurkan dana melalui skema anggaran tahun jamak (multiyears) untuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas) bulu tangkis di Cipayung. Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyambut positif kebijakan strategis ini.
| Ilustrasi. Foto: Tim Kreatif/Abdya Times |
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja menilai kepastian anggaran menjadi fondasi utama dalam pembinaan atlet. Pembinaan terpusat yang didukung pendanaan sehat amat dibutuhkan demi membentuk mental juara sekaligus meningkatkan kualitas teknis dan fisik para atlet secara berkesinambungan.
“PBSI siap menggunakan kepercayaan tersebut dengan bekerja lebih keras untuk menjaga tradisi prestasi dan melahirkan generasi juara,” ujar Ricky di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Skema pendanaan jangka panjang ini dianggap mampu memberikan kepastian mutlak bagi PBSI dalam mengeksekusi program pembinaan secara terukur. Target utamanya terbentang dari upaya mendominasi SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga mencapai puncak kejayaan di ajang Olimpiade.
Selama ini, PBSI telah menjalankan sistem pelatnas yang bergulir sepanjang tahun tanpa putus. Dengan adanya suntikan dana dari pemerintah melalui skema yang lebih panjang, sistem yang sudah berjalan baik ini diproyeksikan bakal semakin kokoh dan terarah.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, melihat skema pendanaan tahun jamak sebagai peluang emas untuk merancang cetak biru pembinaan atlet. Program pelatihan tidak lagi berjalan sporadis, melainkan dapat disusun dengan kerangka yang jauh lebih komprehensif dan matang.
“Dengan dukungan multiyears, proses pengembangan atlet dapat dirancang berdasarkan siklus pembinaan dan target prestasi yang jelas,” tegas Eng Hian.
Ketersediaan dana yang berkesinambungan juga akan berdampak langsung pada optimalisasi aspek medis dan teknologi olahraga di pelatnas. PBSI berencana memperkuat penerapan ilmu olahraga (sport science), kedokteran olahraga, analisis performa, hingga manajemen pencegahan dan pemulihan cedera para atlet.
Pendekatan saintifik dan terukur ini diyakini akan melepaskan program pembinaan dari bayang-bayang kebijakan yang hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Eng Hian menaruh optimisme tinggi bahwa kepastian arah program ini bakal menggenjot proses regenerasi atlet nasional secara signifikan.
Langkah antisipatif ini sangat krusial untuk menjawab tantangan persaingan bulu tangkis dunia yang kini semakin merata dan ketat.
Posting Komentar