IKADI Aceh dan Save Aneuk Dara Hadirkan Ahad Ceria, Merawat Cinta untuk Setiap Anak
Hamparan rumput hijau di kawasan Darussalam tak lagi sekadar ruang terbuka, tetapi menjelma menjadi panggung kebahagiaan bagi anak-anak. Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Aceh bersama komunitas Save Aneuk Dara meluncurkan program Ahad Ceria.
BANDA ACEH - Sebuah inisiatif yang dengan sadar memilih kata sederhana sebagai fondasinya: memastikan anak merasa dicintai. Langkah ini dimulai pada Selasa (23/6/2026), meski denyut sesungguhnya akan terasa dua pekan kemudian, tepatnya pada Ahad pagi, 29 Juli 2026. Di bawah langit Banda Aceh yang mulai terang, pukul 08.30 hingga 10.30 WIB, tawa dan cerita akan mengudara.
Dewi, salah satu penggerak program, menyampaikan kerangka acara ini dalam obrolan WhatsApp yang hangat. “Kegiatannya akan digelar rutin dua pekan sekali pada hari Ahad. Kami ingin menghadirkan suasana outdoor yang asri, tempat semua kalangan bisa berkumpul tanpa sekat,” ujarnya.
Ruang itu dirancang sebagai laboratorium rasa, tempat anak-anak mengeksplorasi imajinasi melalui read aloud, mendongeng, dan storytelling. Di sudut lain, permainan kelompok, drama singkat, games Al-Qur’an, hingga olahraga ringan turut merangsang tumbuh kembang mereka. Bukan sekadar bermain, melainkan menanamkan nilai yang mendekap erat jiwa.
Keterbukaan menjadi nafas program ini. Orang tua yang ingin mengajak buah hati bergabung hanya perlu mendaftar dengan biaya keanggotaan Rp10.000 per anak, lalu menghubungi Eva di nomor 0812-6912-6334. Angka itu tak lebih dari simbol komitmen, karena esensinya jauh lebih besar.
Materi publikasi yang disebar oleh penyelenggara menuliskan kalimat yang hampir seperti bisikan di telinga: “Karena setiap anak berharga, setiap hati berarti.” Pesan ini menjadi undangan bagi para ayah dan bunda untuk merajut kebersamaan yang menumbuhkan cinta, tidak hanya dalam keluarga inti tetapi juga dalam komunitas yang sedang bertumbuh.
Program Ahad Ceria seakan menjawab kerinduan akan ruang aman yang tidak sekadar memagari anak dari risiko, melainkan juga memeluk mereka dengan pengakuan bahwa keberadaan mereka dicintai tanpa syarat.
Di antara dedaunan yang melambai dan cerita yang mengalun, IKADI Aceh dan Save Aneuk Dara meletakkan batu pertama sebuah tradisi kecil: bahwa setiap Ahad adalah perayaan, dan setiap anak adalah puisi yang pantas dibacakan dengan penuh kasih.
Posting Komentar