×

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Mimpi Buruk Timnas Spanyol itu Bernama Vozinha

Nasib mujur Vozinha datang kepadanya hanya dalam semalam. Dari bukan siapa-siapa hingga terkenal seluruh dunia.

Setiap pergelaran Piala Dunia berlangsung, selalu saja ada sosok yang timbul ke permukaan. Mereka langsung terkenal dalam satu malam. Dulu kita pernah melihat kagum pada sosok Keylor Navas di timnas Kosta Rika tahun 2014. Sekarang kita melihatnya lagi pada sosok kiper yang berpengaruh dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Dan Sosok itu adalah Vozinha. Remember the name!

Mimpi Buruk Timnas Spanyol itu Bernama Vozinha
Vozinha

ATLANTA CITY - Timnas Cape Verde yang berstatus sebagai debutan, secara mengejutkan berhasil menahan imbang raksasa Eropa sekaligus salah satu favorit juara, Spanyol, dengan skor kacamata 0-0 pada laga pembuka Grup H di Atlanta Stadium.

Vozinha adalah kiper veteran berusia 40 tahun yang saat ini bermain untuk klub kasta kedua Portugal, GD Chaves. Dan uniknya, ia baru memulai karir profesionalnya saat berumur 25 tahun.

Vozinha mendadak menjadi buah bibir pecinta sepak bola dunia. Vozinha melakukan aksi heroik dengan mencatatkan tujuh kali penyelamatan krusial sepanjang pertandingan. Dan mengamankan satu poin perdana timnas Cape Verde di Piala Dunia. 

​Pertandingan sengit ini berlangsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Laga ini digelar pada Senin malam waktu setempat, 15 Juni 2026.

​Spanyol tampil percaya diri dan mendominasi penguasaan bola dan diperkuat nama-nama besar seperti Pedri, Ferran Torres dan pemain bintang lainnya, gagal total memanfaatkan peluang akibat ketangguhan, refleks luar biasa dari Vozinha di bawah mistar gawang.

Timnas Cape Verde bermain dengan organisasi pertahanan yang sangat rapi dan rapat. Salah satu momen krusialnya adalah saat Vozinha menepis sundulan jarak dekat Oyarzabal dan menggagalkan peluang emas dari Aymeric Laporte di masa injury time babak pertama. 

Seusai laga, sang kiper tak kuasa menahan air mata bahagianya karena impian masa kecilnya terwujud di usia yang tak lagi muda. Ini membuktikan kata pepatah yang sering kita dengar, "usia hanyalah angka".

"Saya menangis setelah pertandingan karena saat masih kecil saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya, dan mereka tidak bisa berada di sana. Mereka meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Ibu saya juga tidak bisa hadir di sini karena masalah VISA, serta biaya yang harus kami bayar untuk mengurusnya. Kami tidak berhasil menyelesaikannya tepat waktu," ucap Vozinha kepada The Atlantic (15/6/2006).

Legenda Arsenal Thierry Henry tak bisa menyembunyikan perasaan kagumnya.

"Vozinha melawan Spanyol itu bukan sekadar penampilan bagus. Itu sesuatu yang benar-benar berbeda. Anda sering melihat banyak kiper melakukan penyelamatan, ya? Mereka menyelam, mereka berteriak, mereka membuatnya terlihat seperti perang. Tapi kiper hari ini? Dia mengejutkan semua orang," ucap legenda Arsenal ini di salah satu wawancara.

"Kami bekerja sangat keras, dan kami membuat impian ini menjadi kenyataan. Upaya ini datang dari semua pemain. Kami sangat senang. Kami tahu ini tidak akan mudah, Spanyol adalah salah satu tim terbaik di dunia. Saya memimpikan momen ini sepanjang hidup saya, saya bekerja sepanjang hidup saya untuk bisa berada di panggung ini," ucap Vozinha, ketika diwawancara FIFA.

Dari pantauan tim Abdyatimes sampai sekarang, jumlah pengikut Instagram Vozinha terus bertambah. Dari yang awalnya hanya berjumlah 50.000 pengikut, sekarang pengikutnya sudah tembus 1,4 juta Pengikut.

Nasib mujur Vozinha datang kepadanya hanya dalam semalam. Dari bukan siapa-siapa hingga terkenal ke seluruh dunia. Penampilan gemilang Vozinha lawan Spanyol semalam tidak hadir dari ruang yang kosong. Ia lahir dari kerja keras, kesabaran dan rasa pantang menyerah. Sekali lagi, usia hanyalah angka.