Musim Hujan Tiba, Petani Muka Blang Mulai Kembali Turun ke Sawah
Petani di Gampong Muka Blang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), hingga pertengahan Juni 2026 belum memulai penanaman padi.
| Sawah di Gampong Muka Blang mulai digenangi air setelah musim penghujan tiba. Foto: Hadi Karisman/Abdya Times |
KUALA BATEE - Keterlambatan musim tanam tersebut disebabkan oleh minimnya ketersediaan air selama beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau yang melanda wilayah setempat.
Memasuki musim penghujan, para petani kini mulai kembali turun ke sawah untuk mempersiapkan lahan dan pembibitan sebagai langkah awal memasuki musim tanam.
Salah seorang petani Gampong Muka Blang, Adnan (48), mengatakan saat ini petani masih berada pada tahap persiapan persemaian dan belum melakukan penanaman di lahan sawah.
“Sekarang kami masih dalam tahapan membuat tempat pembibitan padi. Beberapa hari lagi baru mulai penaburan benih. Sebelumnya kondisi sawah mengalami kekurangan air sehingga kegiatan tanam belum bisa dilakukan,” kata Adnan kepada wartawan, Selasa (17/6/2026).
Menurutnya, selain persoalan air, keterbatasan jumlah hand traktor juga menjadi kendala yang menyebabkan proses pengolahan lahan berjalan lebih lambat dari yang direncanakan. Petani harus menunggu giliran penggunaan alat untuk menyelesaikan pembajakan tahap kedua.
Ia menjelaskan, pengolahan lahan awal sebenarnya telah dilakukan sebelum Hari Raya Idul Adha. Namun, karena kondisi air yang belum mencukupi serta terbatasnya alat mesin pertanian, tahapan lanjutan pengolahan sawah belum dapat diselesaikan secara serentak.
“Pengolahan lahan dengan traktor sudah kami lakukan sebelum lebaran haji. Tetapi untuk pembajakan tahap kedua masih terkendala karena jumlah hand traktor terbatas, sementara banyak petani yang membutuhkan,” ujarnya.
Kondisi tersebut menyebabkan jadwal tanam di sejumlah areal persawahan Gampong Muka Blang mengalami kemunduran dibandingkan musim tanam normal. Meski demikian, petani berharap curah hujan yang mulai turun dalam beberapa pekan terakhir dapat membantu mempercepat persiapan lahan sehingga penanaman padi dapat segera dilakukan.
Para petani juga berharap adanya dukungan sarana dan prasarana pertanian, terutama penambahan alat mesin pertanian serta upaya peningkatan ketersediaan air irigasi, agar proses tanam dapat berjalan lebih optimal dan tidak kembali mengalami keterlambatan pada musim tanam berikutnya.
Posting Komentar