check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Didier Deschamps Akhiri Era 14 Tahun Bersama Prancis dengan Kepala Tegak

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, resmi mengakhiri masa jabatannya setelah kekalahan dramatis 6-4 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan di Miami, dikutip di laman youtube FIFA, Deschamps menyampaikan evaluasi atas penampilan timnya sekaligus merefleksikan perjalanan panjangnya selama 14 tahun menukangi Les Bleus.

Didier Deschamps Akhiri Era 14 Tahun Bersama Prancis dengan Kepala Tegak
Ilustrasi Didier Deschamps /abdyatimes

MIAMI — Deschamps mengakui timnya tampil jauh dari harapan pada babak pertama. Ia bahkan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap performa para pemain hingga harus memberikan teguran keras saat jeda pertandingan.

Meski demikian, pelatih berusia 57 tahun itu memuji respons anak asuhnya pada babak kedua. Menurutnya, Prancis menunjukkan karakter dan semangat juang yang luar biasa hingga mampu memperkecil ketertinggalan, meski akhirnya gagal menghindari kekalahan.

"Kami bermain sangat buruk pada babak pertama. Namun saya bangga melihat reaksi para pemain setelah turun minum. Mereka menunjukkan mentalitas yang luar biasa," ungkap Deschamps dalam konferensi pers.

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga terakhir Deschamps sebagai pelatih kepala Prancis setelah mengabdi selama 14 tahun. Selama periode itu, ia mempersembahkan berbagai prestasi bergengsi, termasuk gelar juara Piala Dunia 2018 dan membawa Prancis tampil konsisten di level tertinggi sepak bola internasional.

Deschamps mengaku meninggalkan kursi pelatih dengan rasa bangga. Baginya, tidak ada kehormatan yang lebih besar selain memimpin tim nasional negaranya.

"Saya bangga telah melayani tim nasional selama bertahun-tahun. Tidak ada yang lebih tinggi daripada mengenakan dan membela seragam tim nasional Prancis," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deschamps memberikan penghormatan khusus kepada kapten tim, Kylian Mbappé. Ia menilai sang penyerang telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa, baik di dalam lapangan maupun di ruang ganti sepanjang turnamen berlangsung.

Menurut Deschamps, Mbappé bukan hanya menjadi pemain penting dari sisi teknis, tetapi juga sosok yang mampu menjaga semangat dan kebersamaan skuad dalam situasi sulit.

Deschamps mengenang perjalanan panjangnya bersama Les Bleus yang dipenuhi suka dan duka. Ia mengaku pernah melalui masa-masa sulit, tetapi juga menikmati berbagai pencapaian bersejarah yang membanggakan seluruh rakyat Prancis.

Baginya, kebahagiaan terbesar adalah ketika mampu menghadirkan kebanggaan bagi jutaan pendukung Prancis melalui prestasi tim nasional.

Mengenai masa depannya, Deschamps menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali melatih dalam waktu dekat. Ia ingin menikmati masa istirahat dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga sebelum memutuskan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya.

Meski tak lagi berada di bangku pelatih, Deschamps memastikan dirinya akan tetap menjadi pendukung setia tim nasional Prancis.

"Sekarang saya ingin beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga. Setelah itu baru saya akan memikirkan masa depan. Apa pun yang terjadi, saya akan selalu mendukung tim nasional Prancis," tutup Deschamps.

Dengan berakhirnya era Didier Deschamps, Prancis kini memasuki babak baru. Warisan yang ia tinggalkan berupa satu gelar Piala Dunia, sejumlah pencapaian di turnamen besar, serta fondasi tim yang kuat akan menjadi bekal berharga bagi generasi penerus Les Bleus.