Harga Beras di Abdya Terpantau Stabil, Cabai Rawit Masih Bertengger di Rp80 Ribu
Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpantau relatif stagnan pada Kamis (16/7/2026), dengan pergerakan harga beras sebagai komoditas utama tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan pembaruan data resmi GPR Aceh, kondisi ini mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan di tingkat pedagang, meskipun beberapa komoditas bumbu dapur masih dibanderol dengan harga tinggi.
|
| Ilustrasi harga beras di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Untuk kategori beras premium, harga tercatat masih bertahan di angka Rp16.500 per kilogram, sementara beras medium dibanderol Rp14.000 per kilogram. Data ini menunjukkan bahwa daftar harga sembako hari ini untuk kebutuhan pokok masyarakat Abdya belum mengalami gejolak, termasuk untuk harga beras 5kg dan harga beras 10 kg yang biasanya menjadi acuan pembelian rumah tangga.
Khusus untuk beras yang dijual melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harganya tercatat paling rendah di antara jenis beras lainnya, yakni Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, beras medium non SPHP justru terpantau lebih mahal dengan harga Rp15.000 per kilogram, menciptakan disparitas harga yang perlu dicermati oleh konsumen yang mencari harga beras 1kg di warung.
Di sisi lain, komoditas bumbu dapur masih menjadi penyumbang inflasi harian terbesar. Cabai rawit merah misalnya, masih bertengger di level Rp80.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dipatok Rp55.000 per kilogram. Kondisi ini tentu membebani anggaran belanja ibu rumah tangga, terlebih jika dibandingkan dengan harga beras hari ini yang cenderung stabil.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan harga yang cukup tinggi, dengan daging sapi murni mencapai Rp170.000 per kilogram dan daging ayam ras di angka Rp37.500 per kilogram. Telur ayam ras tercatat seharga Rp26.667 per kilogram, sementara ikan kembung dan ikan tongkol masing-masing dibanderol seragam Rp40.000 per kilogram.
Dari sektor minyak goreng, harga minyak goreng kemasan tercatat Rp25.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah lebih murah di angka Rp18.000 per liter. Minyakita, yang merupakan minyak goreng kemasan sederhana, dijual seharga Rp20.000 per liter, memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menekan pengeluaran dapur.
Secara keseluruhan, pantauan GPR Aceh menunjukkan bahwa tekanan harga di Abdya saat ini lebih banyak berasal dari komoditas segar dan bumbu dapur, bukan dari beras. Stabilitas harga beras premium dan medium menjadi kabar baik di tengah tingginya harga cabai dan bawang, yang memaksa pedagang untuk lebih cermat dalam mengatur stok dan strategi penjualan.
Posting Komentar