check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Ikan Tongkol dan Kembung di Abdya Stagnan, Cabai Rawit Masih Menekan

Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Kamis ini menunjukkan pola beragam, di mana harga ikan laut justru tercatat stabil meskipun sejumlah komoditas bumbu dapur masih berada di level tinggi. Berdasarkan data pantauan resmi GPR Aceh yang diperbarui pada 16 Juli 2026, harga ikan tongkol dan ikan kembung sama-sama bertahan di angka Rp40.000 per kilogram, tidak bergerak dari posisi sehari sebelumnya.

Dinamika Harga Ikan di Abdya
Ilustrasi harga ikan di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Stagnasi harga ikan laut per kilo ini menjadi kabar yang relatif netral bagi ibu rumah tangga dan pedagang di Abdya. Pasalnya, harga ikan yang murah atau justru melonjak kerap menjadi indikator utama daya beli masyarakat pesisir, dan angka Rp40.000 per kg untuk dua jenis ikan konsumsi populer itu masih dianggap wajar oleh para pelaku pasar. Data menunjukkan tidak ada fluktuasi berarti pada harga ikan di pasar untuk kategori tongkol dan kembung dalam dua hari terakhir.

Namun, dinamika harga di luar sektor perikanan justru menyita perhatian. Cabai rawit merah tercatat masih menjadi komoditas paling mahal di Abdya dengan harga Rp80.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dibanderol Rp55.000 per kg. Lonjakan harga cabai ini menjadi tekanan tersendiri bagi konsumen yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan dapur harian.

Di sisi lain, harga daging sapi murni yang mencapai Rp170.000 per kg dan daging ayam ras di angka Rp37.500 per kg menunjukkan tren stabil tanpa kenaikan signifikan. Telur ayam ras juga masih terjangkau di kisaran Rp26.667 per kg, memberikan sedikit ruang napas bagi masyarakat yang ingin beralih ke sumber protein alternatif selain ikan.

Komoditas pokok lainnya seperti beras premium tercatat Rp16.500 per kg dan beras medium Rp14.000 per kg, sementara beras SPHP yang disubsidi pemerintah masih dijual Rp13.000 per kg. Stabilitas harga beras ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan rumah tangga di Abdya, meskipun minyak goreng kemasan dan curah masing-masing berada di level Rp25.000 dan Rp18.000 per kg.

Secara keseluruhan, data GPR Aceh mengindikasikan bahwa tekanan inflasi di Abdya saat ini lebih banyak disumbang oleh volatilitas harga sayur dan bumbu, bukan dari sektor perikanan. Para pedagang di pasar tradisional masih menunggu gelombang pasang ikan berikutnya untuk melihat apakah harga ikan laut per kilo bisa kembali turun ke level yang lebih murah.

Dengan harga ikan yang murah dan stabil, setidaknya masyarakat Abdya masih memiliki satu pilihan protein yang tidak ikut meroket di tengah gejolak harga cabai dan bawang. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai distribusi agar harga ikan di pasar tidak terganggu oleh faktor cuaca atau kenaikan biaya operasional nelayan.