check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Harga Minyak Goreng di Abdya Bervariasi, Minyakita dan Curah Masih Terjangkau

Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya pada periode 12 hingga 13 Juli 2026 menunjukkan dinamika yang relatif stabil, dengan perhatian utama tertuju pada pergerakan harga minyak goreng hari ini. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga minyak goreng kemasan premium tercatat di angka Rp25.000 per kilogram, sementara itu harga minyak goreng curah masih bertahan di level Rp18.000 per kilogram. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa daya beli masyarakat terhadap komoditas esensial ini masih cukup terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas pangan lainnya.

Dinamika Harga Minyak Goreng di Abdya
Ilustrasi harga minyak goreng di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya.

BLANGPIDIE - Di sisi lain, harga minyak goreng 1kg untuk merek Minyakita tercatat sebesar Rp20.000 per kilogram, menjadikannya sebagai pilihan alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan minyak goreng kemasan premium. Selisih harga yang mencapai Rp5.000 antara Minyakita dan minyak goreng kemasan menunjukkan adanya segmen pasar yang terbelah, di mana konsumen dengan anggaran terbatas cenderung beralih ke produk bersubsidi atau curah. Data ini mengindikasikan bahwa kebijakan harga eceran tertinggi untuk Minyakita masih efektif di tingkat pedagang Abdya.

Sementara itu, komoditas pangan lain seperti cabai rawit merah masih menjadi penyumbang inflasi harian dengan harga mencapai Rp60.000 per kilogram, naik signifikan dibandingkan cabai merah keriting yang berada di angka Rp50.000. Harga daging sapi murni yang menyentuh Rp170.000 per kilogram dan daging ayam ras di Rp37.500 juga turut membebani anggaran belanja rumah tangga. Namun, ketersediaan telur ayam ras di harga Rp26.667 per kilogram masih memberikan opsi protein yang lebih ramah di kantong.

Khusus untuk minyak goreng, disparitas harga antara minyak goreng curah dan minyak goreng botol kemasan mencapai Rp7.000 per kilogram. Perbedaan ini kerap menjadi pertimbangan utama bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro di Abdya yang lebih memilih menggunakan minyak curah untuk menekan biaya produksi. Stabilitas harga minyak goreng curah dalam sepekan terakhir menjadi angin segar bagi sektor kuliner dan rumah tangga di wilayah tersebut.

Dari sisi komoditas beras, harga beras premium tercatat di Rp16.500 per kilogram, sementara beras medium berada di Rp14.000 dan beras SPHP di Rp13.000. Ketersediaan beras SPHP yang lebih murah dibandingkan beras medium non-SPHP yang mencapai Rp15.000 menjadi instrumen intervensi pasar yang efektif. Data ini menunjukkan bahwa operasi pasar yang dilakukan pemerintah daerah masih berperan dalam menjaga keterjangkauan harga pangan pokok.

Secara keseluruhan, indeks harga kebutuhan pokok di Abdya pada pertengahan Juli ini menunjukkan pola yang mixed, dengan beberapa komoditas seperti bawang putih bonggol yang masih bertahan di level tinggi Rp45.000 per kilogram. Meski demikian, tidak ada lonjakan harga yang ekstrem pada komoditas utama seperti minyak goreng, yang justru menunjukkan tren stabil. Pemantauan GPR Aceh akan terus menjadi acuan bagi pemangku kebijakan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang akhir pekan.