Harga Telur Ayam Ras di Abdya Stabil di Level Rp26.667, Daya Beli Mulai Terjaga
Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Jumat, 17 Juli 2026, menunjukkan tren yang cenderung tenang, dengan harga telur ayam ras menjadi salah satu komoditas yang paling stabil. Berdasarkan data resmi GPR Aceh, harga telur hari ini tercatat tidak mengalami perubahan signifikan dari perdagangan sebelumnya, berada di angka Rp26.667 per kilogram. Angka ini menjadi titik perhatian karena telur merupakan sumber protein yang kerap menjadi barometer inflasi pangan rumah tangga di wilayah tersebut.
|
| Ilustrasi harga telur di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Jika dibandingkan dengan komoditas protein hewani lainnya, harga telur 1 kg hari ini masih relatif lebih terjangkau bagi warga Abdya. Daging ayam ras misalnya, masih bertahan di harga Rp37.500 per kilogram, sementara daging sapi murni melambung jauh di angka Rp170.000 per kilogram. Stabilitas harga telur ini menjadi angin segar di tengah tekanan harga bahan pokok lain yang masih fluktuatif, terutama pada sektor bumbu dapur.
Pantauan harga dari GPR Aceh juga mencatat bahwa cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga paling tinggi di antara sembako lainnya, mencapai Rp80.000 per kilogram. Kondisi ini tentu membayangi daya beli masyarakat, namun keberadaan harga telur yang tidak bergerak naik sedikit banyak membantu menekan pengeluaran harian. Sementara itu, cabai merah keriting juga masih terbilang mahal di angka Rp55.000 per kilogram, menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih bersumber dari sisi sayuran dan bumbu.
Di sisi lain, komoditas pokok seperti beras premium dan beras medium tercatat stabil masing-masing di Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram. Beras SPHP yang menjadi andalan program stabilisasi harga pun masih dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram, memberikan opsi murah bagi konsumen. Stabilitas harga beras dan telur ini menjadi fondasi utama ketahanan pangan rumah tangga di Abdya pada pekan ini.
Namun, dinamika harga minyak goreng juga patut dicermati. Minyak goreng kemasan premium tercatat Rp25.000 per liter, sementara Minyakita yang disubsidi pemerintah masih dijual Rp20.000 per liter. Selisih harga yang tipis ini menunjukkan bahwa distribusi minyak goreng murah masih berjalan efektif di tingkat pasar tradisional Abdya, meskipun tekanan harga global masih membayangi.
Secara keseluruhan, data terbaru GPR Aceh mengindikasikan bahwa harga telur hari ini menjadi salah satu penopang utama stabilitas pangan di Abdya. Dengan harga yang tidak bergejolak, masyarakat masih bisa mengandalkan telur sebagai sumber protein murah di tengah harga daging dan cabai yang masih tinggi. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau rantai distribusi agar harga telur 1 kg hari ini tidak mengalami lonjakan di pekan-pekan mendatang.
Posting Komentar