Harga Tepung Terigu di Abdya Bervariasi, Curah Lebih Murah dari Kemasan
Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menunjukkan dinamika yang menarik pada kategori tepung terigu, di mana terdapat perbedaan signifikan antara harga produk curah dan kemasan. Berdasarkan data resmi GPR Aceh yang diperbarui untuk periode 15 hingga 16 Juli 2026, harga tepung terigu curah tercatat stabil di angka Rp10.000 per kilogram, sementara tepung terigu kemasan dibanderol lebih mahal, yakni Rp15.000 per kilogram. Selisih harga yang mencapai Rp5.000 ini menjadi perhatian utama bagi konsumen yang ingin menekan belanja dapur.
|
| Ilustrasi harga tepung di pasar Kabupaten Aceh Barat Daya. |
BLANGPIDIE - Dalam daftar harga sembako hari ini, tepung terigu curah menjadi salah satu komoditas dengan harga paling terjangkau di antara bahan pokok lainnya, setara dengan garam konsumsi yang juga berada di level Rp10.000. Kondisi ini menjadikan tepung curah sebagai pilihan utama bagi pelaku usaha mikro dan rumah tangga yang membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, terutama untuk produksi gorengan atau kue tradisional. Sementara itu, tepung terigu kemasan yang lebih praktis dan higienis tetap memiliki pangsa pasar tersendiri, meskipun harganya 50 persen lebih tinggi dari varian curah.
Di luar kategori tepung, pergerakan harga komoditas lain cenderung stagnan tanpa perubahan signifikan dari hari sebelumnya. Cabai rawit merah masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di dapur warga Abdya dengan harga Rp80.000 per kilogram, disusul cabai merah keriting di angka Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras premium dan medium masing-masing bertahan di Rp16.500 dan Rp14.000 per kilogram, menunjukkan pasokan yang relatif terkendali.
Ketersediaan daging ayam ras di pasar tradisional tercatat di harga Rp37.500 per kilogram, sedangkan telur ayam ras dibanderol Rp26.667 per kilogram. Kedua komoditas ini menjadi alternatif protein hewani yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi murni yang masih bertahan di level Rp170.000 per kilogram. Ikan kembung dan ikan tongkol sama-sama dipatok harga Rp40.000 per kilogram, memberikan opsi lauk yang cukup kompetitif bagi masyarakat pesisir Abdya.
Untuk kebutuhan minyak goreng, harga minyak goreng kemasan premium tercatat Rp25.000 per liter, sementara minyak goreng curah lebih murah di angka Rp18.000 per liter. Minyakita yang merupakan program minyak goreng rakyat dijual sesuai harga eceran tertinggi, yaitu Rp20.000 per liter. Gula konsumsi juga menunjukkan stabilitas di angka Rp20.000 per kilogram, tidak mengalami gejolak meskipun permintaan cenderung meningkat menjelang akhir pekan.
Dari sisi bumbu dapur, bawang putih bonggol masih menjadi komoditas yang relatif mahal dengan harga Rp45.000 per kilogram, sementara bawang merah bertahan di Rp28.000 per kilogram. Kedelai biji kering impor yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe tercatat di harga Rp11.000 per kilogram, tidak berubah dari hari sebelumnya. Stabilitas harga kedelai ini menjadi kabar baik bagi perajin tahu dan tempe di Abdya yang sempat khawatir dengan fluktuasi harga bahan baku.
Secara keseluruhan, pantauan GPR Aceh menunjukkan bahwa mayoritas harga sembako di Kabupaten Aceh Barat Daya berada dalam kondisi stabil tanpa lonjakan berarti. Namun, disparitas harga antara tepung terigu curah dan kemasan tetap menjadi catatan penting bagi konsumen agar lebih cermat dalam berbelanja. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan data harga resmi ini sebagai acuan dalam mengatur anggaran belanja harian, terutama di tengah tekanan harga cabai yang masih tinggi.
Posting Komentar