check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

119 Pengurus PWNU Aceh Dilantik, Faisal Ali Pimpin Periode 2026-2031

Sebanyak 119 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh untuk masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik.

119 Pengurus PWNU Aceh Dilantik, Faisal Ali Pimpin Periode 2026-2031
Pelantikan PWNU Aceh Periode 2026 - 2031. Foto IST

BLANGPIDIE — Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Kota Banda Aceh, pada Sabtu malam, 27 Juni 2026.

Acara ini dipimpin oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Cholil Nafis.

Pelantikan menandai dimulainya masa kepengurusan baru Nahdlatul Ulama Aceh untuk lima tahun ke depan.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ulama, pimpinan dayah, unsur Pemerintah Aceh, akademisi, serta pengurus Nahdlatul Ulama dari berbagai kabupaten dan kota.

Kepengurusan baru dipimpin Tgk. H. Nuruzzahri Yahya, yang akrab disapa Waled NU, sebagai Rais Syuriyah.

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh dijabat oleh Tgk. H. Faisal Ali, yang juga dikenal sebagai Abu Sibreh.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial.

"Kepengurusan ini akan kami arahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Aceh," ujar Faisal Ali di hadapan peserta pelantikan di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengatakan bahwa momen ini menjadi titik awal pengabdian seluruh pengurus untuk memperkuat organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan bahwa amanah kepengurusan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama harus terus menjadi perekat persatuan umat serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

Pelantikan tersebut mengusung tema "Revitalisasi Tradisi, Konsolidasi Jam'iyah, dan Transformasi Peradaban."

Tema ini menjadi arah gerak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh dalam memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, meningkatkan kualitas kader, serta menjawab tantangan zaman.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama di Aceh untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mempertegas perannya sebagai organisasi keagamaan.

Organisasi ini berkomitmen menjaga persatuan, mengembangkan pendidikan Islam, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.