check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Ceramah Ustadz Ucay di Masjid Agung Blangpidie: Sindiran Halus untuk Pejabat Jadi Sorotan

Guyonan khas Ustadz Cahyadi Batu Bara atau Ustadz Ucay sukses menghidupkan suasana Tabligh Akbar di Masjid Agung Baitul Ghafur, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (24/6/2026) malam. Ribuan jemaah yang memadati masjid itu tak hanya tertawa, tetapi juga diajak merenungi makna Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ceramah Ustadz Ucay di Masjid Agung Blangpidie: Sindiran Halus untuk Pejabat Jadi Sorotan
Ustadz Cahyadi Batu Bara atau Ustadz Ucay sedang memyampaikan tausiahnya di Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie, Rabu malam (24/6/2026). Foto: Abdya Times/Robbi

BLANGPIDIE — Dalam tausiahnya, Ustadz Ucay menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum evaluasi diri. “Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. “Jangan sampai umur bertambah tetapi amal tidak bertambah. Jangan sampai rezeki bertambah tetapi rasa syukur berkurang,” imbuh Ustadz Ucay.

Suasana semakin cair ketika ia melontarkan sindiran halus kepada sejumlah pejabat yang hadir, termasuk Bupati Abdya Safaruddin, Ketua DPRK Roni Guswandi, Kapolres AKBP Agus Sulistianto, dan Kajari Kardono. Humor itu menyimpan pesan serius bahwa jabatan adalah amanah yang sementara.

“Kita ibarat lampu dinding, ketika masanya habis maka padamlah dia. Selama Allah memberi amanah sebagai pemimpin, jadilah pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Abdya, Safaruddin, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan peringatan 1 Muharram harus menjadi momentum memperkuat persatuan, ukhuwah Islamiyah, dan semangat perubahan di tengah masyarakat.

“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat perubahan, kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini penting dalam mewujudkan Abdya yang maju, sejahtera, dan islami,” ujar Safaruddin. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimkab), pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir.