DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Program SPPI Usai 5 Peserta Meninggal
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Desakan ini muncul setelah lima peserta pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia.
| Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid. Foto: DPR |
JAKARTA — Nurdin menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan aspek keselamatan peserta sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan. Program SPPI sendiri dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai penggerak koperasi.
"Kami ikut berduka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan," ujar Nurdin dalam keterangannya pada Parlementaria, Senin (29/6/2026). Menurutnya, evaluasi harus mencakup proses seleksi kesehatan hingga kesiapan sistem penanganan medis.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mendorong penyempurnaan kurikulum pelatihan. Hal ini bertujuan agar lulusan SPPI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan koperasi secara profesional.
Nurdin menilai materi pelatihan perlu diperkuat dari sisi kompetensi teknis dan manajerial. Kompetensi yang dimaksud meliputi stock opname, pengelolaan persediaan barang, hingga tata kelola keuangan yang akuntabel.
"Penguasaan berbagai kemampuan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun koperasi desa yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat," tambahnya. Ia berharap evaluasi akan menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh.
Nurdin meyakini keberhasilan program tidak hanya bergantung pada investasi pemerintah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. "Kita ingin para peserta SPPI nantinya tidak hanya memiliki disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga kompetensi bisnis yang kuat sehingga mampu mengembangkan koperasi menjadi lembaga ekonomi yang produktif dan profesional," pungkasnya.
Posting Komentar