check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Gempa Venezuela Tewaskan 1.450 Orang, Ribuan Lainnya Hilang

Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah.

Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 1.450 Orang, Ribuan Lainnya Hilang
Ilustrasi Bangunan yang hancur setelah gempa venuzuela

Caracas, Venezuela — Hingga Senin (29/6/2026), sedikitnya 1.450 orang dilaporkan meninggal dunia.

Lebih dari 3.150 orang mengalami luka-luka, sekitar 12.700 warga mengungsi, dan puluhan ribu lainnya masih dinyatakan hilang.

Tim penyelamat dari dalam dan luar negeri masih berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Juru Bicara Pemerintah Venezuela, Luis Martinez, mengatakan gempa susulan terus terjadi.

"Gempa susulan yang terus terjadi, jalan yang rusak, dan keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan," ujar Martinez.

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 yang disusul gempa Magnitudo 7,5 terjadi pada 24 Juni 2026 di wilayah pesisir utara Venezuela.

Daerah La Guaira, yang berada di utara ibu kota Caracas, menjadi kawasan yang mengalami kerusakan paling parah dengan ratusan bangunan runtuh, jalan terputus, serta gangguan listrik dan komunikasi.

Menurut pemerintah Venezuela, proses evakuasi masih berlangsung karena banyak lokasi belum sepenuhnya dapat dijangkau.

Meski demikian, tim SAR (Search and Rescue) internasional berhasil menyelamatkan sejumlah korban yang ditemukan masih hidup dari balik reruntuhan.

Selain Venezuela, guncangan gempa juga dirasakan di sejumlah negara dan wilayah di kawasan Amerika Selatan serta Karibia.

Di antaranya Kolombia, Guyana, Trinidad dan Tobago, Brasil bagian utara, serta beberapa pulau di kawasan Karibia.

Meski tidak menimbulkan kerusakan sebesar di Venezuela, otoritas di sejumlah negara tersebut tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur penting sebagai langkah antisipasi.

Bantuan kemanusiaan dari berbagai negara terus berdatangan berupa tenaga medis, tim pencarian dan penyelamatan, obat-obatan, makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.

Pemerintah Venezuela juga menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan korban serta pemulihan wilayah terdampak.

Berdasarkan analisis Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini berpotensi menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela apabila jumlah korban terus bertambah.

Hingga kini, harapan masih bergantung pada upaya penyelamatan yang terus dilakukan di berbagai titik reruntuhan.