check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Ombak Ganas Seret 2 Remaja Putri di Pantai Ujoeng Manggeng

Suasana rekreasi keluarga yang tenang di kawasan wisata Pantai Ujong Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berujung nestapa. Dua remaja putri dilaporkan hilang usai digulung dan terseret arus ombak kuat di pesisir tersebut pada Senin (29/6/2026) sore WIB.

Ombak Ganas Seret 2 Remaja Putri di Pantai Ujoeng Manggeng
Tim Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), regu SAR, relawan TAGANA, hingga personel tangkas dari Sat Polairud Polres Abdya melakukan upaya pencarian korban yang terseret ombak di Pantai Ujoeng Manggeng, Aceh Barat Daya, Senin 29 Juni 2026. Foto: IST

MANGGENG — Dua korban yang kini menjadi fokus pencarian intensif adalah Aida (14) asal Desa Blang Padang dan Maida Fitri (12), warga Ladang Panah yang menetap di Kuala Batee.

Tragedi ini bermula ketika keluarga tersebut bermaksud menghabiskan waktu luang untuk bersantai dan bermain air di sekitar bibir pantai.

Nahas, kegembiraan itu seketika pecah sekitar pukul 15.15 WIB saat gelombang besar yang datang tak terduga menghantam lalu menarik tubuh kedua korban.

"Satu keluarga itu datang untuk mandi-mandi. Kemudian tiba-tiba ditarik arus ombak gelombang," kata Kepala Desa Lhok Pawoh, Amiruddin, mengonfirmasi awal mula musibah tersebut.

Amiruddin, yang saat memberikan keterangan didampingi Kepala Desa Ladang Panah M. Yani dan Kepala Desa Blang Padang Marta, menarasikan lebih lanjut bahwa sang ayah tidak tinggal diam melihat nyawa anak-anaknya terancam.

Pria itu sempat menerjang derasnya arus laut untuk menyelamatkan kedua putrinya, namun kekuatan alam yang terlalu masif membuat upayanya berujung buntu.

Kalah tenaga oleh tarikan arus bawah laut yang begitu kuat, sang ayah yang dilanda kepanikan terpaksa kembali ke daratan. Ia berlari seraya berteriak histeris, meminta pertolongan darurat kepada warga sekitar yang tengah berada di kawasan wisata tersebut.

Kepanikan sang ayah segera direspons cepat oleh masyarakat pesisir setempat yang sadar betul akan bahaya laut Ujong Manggeng. Laporan darurat langsung diteruskan kepada pihak berwajib hanya berselang lima menit usai insiden, tepatnya pada pukul 15.20 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operasi pencarian dan penyelamatan skala besar langsung digeber di lokasi kejadian. Sebuah satuan tugas gabungan seketika dibentuk untuk menyisir setiap sudut garis Pantai Ujong Manggeng.

Operasi darurat ini melibatkan pergerakan masif dari berbagai elemen penting tanggap bencana Kabupaten Abdya. Tim Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), regu SAR, relawan TAGANA, hingga personel tangkas dari Sat Polairud Polres Abdya terjun ke perairan, bahu-membahu bersama warga setempat.

Kendati demikian, armada penyelamat dihadapkan pada rintangan alam yang sama sekali tidak mudah. Karakteristik ombak perairan pesisir selatan yang memang terkenal ganas, dinamis, dan sangat sulit diprediksi menjadi tantangan utama yang harus ditaklukkan oleh regu di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyisiran menyusuri darat maupun laut lepas masih terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh kemampuan.