check_circle

Sukses!

Artikel berhasil diproses.

Apresiasi

Apresiasi Anda adalah napas bagi jurnalisme independen. Dukung kami untuk merawat kebenaran.

Transfer Virtual Account:

706085370103617

Pemberitahuan

Belum ada interaksi terbaru.

Pandarawa Abdya Audiensi dengan Bank Sampah USK, Terapkan Budaya Ramah Lingkungan dalam Kegiatan

Komunitas Pandarawa melaksanakan audiensi dengan pengelola Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (USK) pada Sabtu (27/6) sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan menambah wawasan dalam pengelolaan sampah berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat,Minggu (28/06/2026).

Pandarawa Abdya Audiensi dengan Bank Sampah USK, Siap Terapkan Budaya Ramah Lingkungan di Setiap Kegiatan
Perwakilan Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (kiri) bersama anggota Pandarawa usai audiensi yang membahas penguatan program edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah di Banda Aceh. Dok Reza

BANDA ACEH — Dalam pertemuan tersebut, pihak Bank Sampah USK memaparkan sejumlah program yang telah diterapkan di lingkungan kampus. Di antaranya adalah edukasi pengelolaan sampah yang lebih difokuskan kepada sekolah-sekolah, karena dinilai lebih efektif dalam membangun kebiasaan sejak dini. Selain itu, USK juga terus mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta mewajibkan sivitas akademika menggunakan tumbler sebagai bagian dari budaya ramah lingkungan di lingkungan kampus.

Tidak hanya itu, Bank Sampah USK juga mengembangkan inovasi pengolahan sampah anorganik menjadi paving block dan memberikan layanan penukaran sampah yang memiliki nilai ekonomi, sehingga masyarakat dapat memperoleh uang dari sampah yang disetorkan.

Koordinator Pandarawa, REZA SKT, menyampaikan bahwa hasil audiensi tersebut akan menjadi referensi dalam menyusun program-program Pandarawa ke depan. "Insya Allah Pandarawa akan mulai menerapkan beberapa kebiasaan baik yang telah dilakukan Bank Sampah USK. Pada setiap kegiatan, relawan diwajibkan membawa tumbler sendiri. Jika air minumnya habis, Pandarawa akan menyediakan fasilitas air minum isi ulang sehingga penggunaan botol plastik sekali pakai dapat dikurangi," ujar REZA SKT.

Pandarawa berharap langkah kecil tersebut dapat menjadi contoh bagi para relawan dan masyarakat untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Ke depan, Pandarawa juga berkomitmen memperkuat program edukasi lingkungan, khususnya kepada pelajar, serta mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Sampah Universitas Syiah Kuala, Pandarawa optimistis gerakan peduli lingkungan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Aceh Barat Daya dan Provinsi Aceh.